Seks dengan 3 orang sehabis Sunat (Sifon)

HUBUNGAN SEKSUAL SETELAH SUNAT
(SUNAT ALA TIMOR di Nusa Tenggara Timur, “Hasil berdiskusi ama orang-orang yang sudah pernak melakukan Sunat ala Timor”)
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu Provinsi Kepulaun yang mempunyai penduduk sekitar 4.679.316 jiwa. NTT terdiri dari beberapa Pulau antara lain Pulau Timor, Pulau Rote Ndao, Pulau Sabu Raijua, Daratan Flores, Sumba dll. Letak Provinsi NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste . mayoritas beragama Kristen dan Katolik.

NTT terdiri dari banyak Suku, salah satunya adalah Suku Timor atau biasa orang disebut dengan orang timor . orang timor mempunyai ciri-ciri Posturnya Pendek, berambut keriting dengan kulit sawo matang. disebut orang Timor karena mereka Tinggal di Pulau Timor.

salah satu adat istiadat yang menurut saya agak anomali adalah SIFON. apa itu SIFON? atau orang timor sebut dengan HAPI. SIFON adalah salah satu alat yang berfungsi untuk menyunat seorang lelaki dengan menggunakan bambu yang sudah dibentuk sedemikian rupa. sunat ala Timor ini berasal dari nenek moyang mereka. siapakah yang melakukan sunat ini? mayoritas Orang Timor melakukan sunat dengan cara seperti ini

mungkin kalo hanya sekedar sunat seperti yang kita ketahui itu biasa.. penyebab SUNAT ALA TIMOR berbeda dengan sunat lainnya adalah HUBUNGAN SEKSUAL setelah melakukan sunat. mereka melakukan hubungan seksual tidak hanya dengan satu wanita tapi lebih dari satu wanita, biasanya dengan 3 ampe 5 wanita.

wanita yang diajak untuk melakukan hubungan seksual tidak boleh yang masih perawan atau dengan yang sudah bersuami . tetapi harus dengan wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya atau yang sudah janda.
kenapa tidak boleh dengan yang punya suami? orang timor beranggapan bahwa kalo mereka melakukan dengan yang sudah bersuami ditakutkan istri kita nanti atau anak kita nanti akan berselingkuh makanya mereka melarang dengan yang sudah bersuami.

mereka melakukan hubungan seksual setelah disunat. Mereka tidak boleh pulang ke rumah sampai selesai melakukan hubungan seks dengan 3 atau lebih wanita….mantabnya…tapi sakitnya pasti minta ampun (maklum belum ngerasain sendiri…hehe)…makanya ama yang perawan juga ngak boleh..

untuk melakukan SUNAT ALA TIMOR, seseorang yang akan melakukan sunat harus minta ijin kepada Kakak atau Orang Tua untuk yang masih bujang, sedangkan untuk yang sudah beristri harus minta Ijin kepada Istrinya dulu. umur orang yang melakukan sunat ini biasanya sudah Remaja atau Dewasa berkisar umur 19 tahun sampai dengan umur 40an

trus apa sih fungsinya Melakukan hubungan seksual setelah sunat?usut punya usut ini.. menurut mereka, orang yang disunat itu membawa sifat panas (yaiyalah panas ampe 3 hari gituw dijepit…hehe), makanya mereka membuang sifat panas dengan melakukan melakukan hubungan seksual ini…kok sedikit aneh yach,…tanya kenapa?

sunat ini bisa dilakukan siapa saja termasuk orang-orang yang tinggal di kota yang masih memegang teguh adat yang seperti itu..so, SUNAT ALA TIMOR dilakukan oleh semua strata Pendidikan. Baik itu SD, SMP bahkan orang yang mempunyai intelektual tinggi.

Alat yang digunakan untuk menyunat alat yang terbuat dari bambu yang udah dibentuk. bambu itu berfungsi mengapit. SUNAT ALA TIMOR ini memakan waktu 3 bahkan 8 hari..(lumayan juga ya diapittt sakit pastinya…iih..).

so, Alat Vital tersebut diapit oleh bambu tersebut. bambu tersebut dibiarkan mengapit sampai objeknya terlepas dengan sendirinya…hehe.. alat yang digunakan untuk menyunat adalah orang timor ada-ada aj neh…masak tidak kasian ama Anggota tubuhnya sendiri

lamanya hari ini penyunatan ini tergantung sejauh mana alat bambu tersebut menyunat orang yang bersangkutan…ternyata dengan kreasi manusia, bambu bisa bekerja secara otomatis juga yach…

bambu itu melaksanakan tugasnya sampai objeknya nengkak..setelah bambu melaksanakan tugasnya..maka alat vital itu akan membesar dan akan timbul nanah di kepalanya alat tersebut..itu mereka anggap sebagai kotoran yang harus dibuang..

untuk membuang kotoran, mereka harus mencari 3 cewek untuk diajak melakukan hubungan seksual. mereka menganggap bahwa perilaku seperti ini bisa dianalogikan dengan baja. baja yang panas bisa diredam dengan air. sedangkan apabila alat vital ini panas, maka panas tersebut bisa diredam dengan melakukan hubungan seksual tersebut.

dengan analogi inilah, membuat mereka tetap mempertahankan adat sunat seperti ini

Hubungan seksual setelah SUNAT ALA TIMOR ini sekarang banyak ditentang oleh Gereja-Gereja dan LSM Anti HIV. walaupun Gereja-gereja dan LSM sudah melarang adat Hubungan Seksual ini, mereka tetep kurang perduli ,mereka tetap melakukan mempraktikkan sunat ala timor ini…kenapa ya mereka ngak mau, tanya kenapa???

oleh karena itu diperlukan bantuan dan kerjasama segala pihak baik dari Instansi Pemerintah, Institusi Masyarakat, maupun Institusi Agama untuk bekerja sama dan sama bekerja untuk mensosilasasikan dan menjelaskan kepada orang-orang timor agar menjauhi adat seperti ini karena itu memperbanyak terjangkitnya virus HIV/AIDS….

berikut ini sebagian hasil wawancara saya dengan salah seorang pelaku yang telah melakukan ada timor ini

1. PAK hose reyes
cader abdul : namanya siapa pak?
hose reyes (nama samaran) : hose reyes pak

cader abdul: Bapak sudah pernah melakukan SiFON (sunat ala Timor)
hose reyes :ya pak beta Sudah pernah, katong orang kampung biasa melakukan itu pak

cader abdul : Umur Berapa Bapak Melakukan sunat ini
hose reyes : itu ketika beta su umur 19 tahun eh….

cader abdul : Bapak melakukan Hubungan seksual setelah sunat dengan berapa wanita pak ?
hose reyes : beta lakukan dengan 3 wanita pak…

cader abdul : kenapa tidak melakukan dengan yang perawan pak ?
hose reyes : tidak bisa bapak e,…ntar bisa sakit nah…

2. Pak hendra novic
cader abdul : namanya siapa pak?
hendra novic (nama samaran) : hendra novic pak

cader abdul : Bapak sudah pernah melakukan SiFON (sunat ala Timor)
hendra novic: ya pak beta Sudah pernah beberapa tahun lalu??

cader abdul : Umur Berapa Bapak Melakukan sunat ini
hendra novic: itu ketika beta su umur 40 tahun eh….

cader abdul : wah bapak kan dah punya Istri???
hendra novic: ya ngak apa-apa pak yang penting dah ada Ijin
istri….(kebanyakan sih diijinin karena ini salah satu adat pak)

cader abdul : Bapak melakukan Hubungan seksual setelah sunat dengan berapa wanita pak ???
hendra novic : beta lakukan dengan 3 wanita pak

sekian dulu ya tulisan saya terima

31 thoughts on “Seks dengan 3 orang sehabis Sunat (Sifon)

  1. emang sih enak, tapi sayang………… perjakanya dikasi ama janda!! blom lagi kalo kena aids………………. mati aja………

    • yaaaa mungkin begitulah bagian dari adat dan kepercayaan ketimoran….temanku pernah bilang ke saya kalo wanita-wanita kadang sudah dipersiapkan sejakn awal

  2. Maaf saya asli orang Timor. Keturunan asli raja dari dinasti Oematan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kerajaan Mollo.
    Semua yang ditulis diatas benar adanya namun ada satu bagian yang direkayasa yaitu proses sunat dengan mengapit alat vital dengan bambu adalah tidak benar. Budaya sunat pada orang Timor dilakukan dengan pisau (meski tidak steril tapi tajam) bukan dengan hanya mengapit alat kelamin dengan bambu.
    Sunat = normal seperti pada umumnya, dipotong semua kulit pada penis, beda dengan kebiasaan orang Jawa yang hanya memotong kulit bagian ujung
    Kabiri = menjepit buah zakar hewan hingga putus, biasanya pada babi. Hal ini dilakukan agar menekan populasi ternak babi.
    Sifon = dilakukan setelah sunat dilakukan yaitu berhubungan intim dengan wanita yang sudah tidak perawan. Menurut pemahaman kami melakukan sifon setelah sunat adalah jalan pintas penyembuhan luka bekas sunat. Kami tidak berani menggunakan perawatan medis karena memakan waktu 10 sampe 14 hari dan jika infeksi maka lebih sedangkan dengan sifon hanya membutuhkan 3 hari dan hari ke 4 sudah harus sifon dan luka sembuh dengan sendirinya TANPA OBAT DAN PERAWATAN MEDIS.

    Hati2 Mas-mas, istri-istri kamu pasti ketagihan kalo rasain punya kami. Kwkwkwkwkwkwkw

    inilah KUNCI kelanggengan Rumah Tangga kami
    hehehehehehe

    salam damai dari Pulau Timor

    • ma kasih atas sharingnya mas,,,, tulisannya menambah wawasan saya tentang sifon.. mengenai proses sunat dengan mengapit alat vital itu termasuk hasil wawancara saya dengan kawan yang pernah melakukan ini…saya hanya menulis apa yang dia informasikan ke saya,…..tentang tulisan ini
      “Hati2 Mas-mas, istri-istri kamu pasti ketagihan kalo rasain punya kami. Kwkwkwkwkwkwkw,…..” bahaya ne,,,,hehehehe… peace mas bro…
      oh yaa tanah timor tetap terekam dalam pikiran saya..indanya air terjun oehala termasuk di dalamnya. salam “bae sonde bae tanah timor lebih bae” hehehe

  3. Der, hati-hati dalam penulisan… sebaiknya penulisan seperti ini kurangi subyektifitas dan lebih ketengahkan data. Itu adat punya asal usul yang tidak bisa dijudge begitu saja. Itu sama dengan kita sunat. Mungkin sekarang orang punya reason tapi dulu orang kan melakukanny sesuai ajaran. Mereka dengan kepercayaannya tidak bisa kita cela begitu saja tanpa tau asal usulnya dengan benar. Just masukan saja teman

    • yaaa terima kasih mas bek atas masukannya. tulisan ini aq peroleh dari sumber media cetak dan hasil wawancara dengan kawan-kawan yang pernah melakukan ini,,..sekali lagi terima kasih

      • Iya der, maksudnya jangan sisipin seperti kata: tanya kenapa? dan beberapa kalimat lain yang tampak seperti sebuah judgement buat adat yang mereka lakukan. Memang kebiasaan ini disinyalir rawan menularkan penyakit kelamin, itu sesuai dengan kata ibu temanku yang menjadi pendamping perempuan di NTT

  4. Kalau saya sudah tau budaya ini dari waktu saya SD sekitar taun 2003/2004, dulu pernah di tayangin di TV, kalo ga salah di program yang judulnya Teropong.

    Menurut saya budaya semacam itu salah satu budaya yang harus di hilangkan, ga layak di zaman modern ini(kalau berfikir jernih secara medis), dan menurut agama juga hal semacam ini jelas salah.

    • yaaaa mas, sekarang budaya ini juga mulai berkurang. tapi memang masih ada warga yang mempertahankan adat ini. mungkin sama seperti di jawa ada sebagian masyarakat yang masih mempertahankan adatnya padahal juga bertentangan. mungkin perlu dari tokoh agama, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk ikut mensosialisasikan untung dan ruginya tentang suatu adat

  5. aku perlu masukan,, sekaligus pertanyaan,,,,,kapan dan brapa thun Mas di Timor mkx tulisannya , sngat kurang akurat dengan knyataan, bhkan banyak salah dari benarnya,,,,,, tlong Mas edit supaya ganti dan ganti kata-kata yang sesuai dengan komentar2 di atas….. krna sepenuhnya gk sperti itu….

    • aku disana mulai tahun 2007 sampai tahun 2013. so saya tahu sendiri dari orang-orang yang melakukan sendiri.. tolong baca yaa dengan seksama. jelas-jelas orang Timor membenarkan. dan memang sebagian suku Timor yang satu dengan suku Timor lainnya bisa berbeda adat dan prosesi. saya adalah orang yang telah mewancarai orang yang melakukan ini… jadi terserah anda mau bilang apa… kalau anda mau bantahlah dengan data dan fakta yang lain. saya nulis ini dengan hasil wawancara dengan orang-orang yang sudah melaksanakan ini. so….???

  6. wew, shock juga nih bacanya. Dari judulnya aja udah bikin aku penasaran. Lhadala, lha kok gitu ya adat disana, tiap daerah memang pny adatnya sndiri2 sih

    • yaaa mari mau gimana lagi…yaa emang begitu adatnya…tapi beberapa gereja dan organisasi anti HIV sedang berusaha menjelaskan kepada mereka agar mereka tak seperti itu lagi, tentu pihak2 yg berkepentingan menjelaskan dari segi agama dan kesehatan..

  7. tlg dibenahi tulisan ini, yg bnr kyak kata kaka edwin oematan. sunat:heri’ (dialek amarasi) sifon:tradisi pendinginan/pnyembuhan, cs dlm sunat tradisional si dukun sunatx nggunakan reu':mantra agar ntr mr p bnr2 keras/perkasa n tahan lama, trmask mantra u/mperbesar mr p (lw mau).. naahh dikatakn bhwa reu’/mantrax “panas” jd prlu pendinginan/sifon. lw gk ntr kperkasaanx ilang n trkena lemah syahwap n itu trbukti, !
    tp ingat. gk smua org timor kyak gtu, mreka yg mlakukn sunat didoktr tdk prnah mlakukan sifon, q gk prnah sifon !

    • wahhhh terima kasih….ternyata banyak filosofi yang berkembang tentang sifon ini.. wahhh baru tahu bahwa mantra sang dukun sunnat yang membuat panas sang mr P. Terima kasih atas koreksinya…bersyukur tulisan ini banyak kritikan dan masukan, menambah kaya akan tulisan ini. yaaa setuju broo…emang ngak semua yang melakukan adat lama ini.. hanya sebagian orang-orang yang masih taat adat. termasuk kawan saya tersebut

    • yaaaa mas mari kita saling menghormati dan menjaga kelestarian budaya dan sejarah kita…nah untuk budaya yang bisa memberikan efek negatif ini mungkin perlu sosialisasi dan penyadaran sehingga dampak negatif dari budaya dapat diminimalisir termasuk budaya sifon ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s