Refleksi Sumpah Pemuda

Refleksi Sumpah Pemuda

sudah 82 tahun, Putra Putri Indonesia bersumpah tapi sampai dengan saat ini. putra Putri Indonesia belum mempunya jati diri sebagai Pemuda..

Pemuda dan Pemudi Indonesia masih terombang ambing jati dirinya. saya kira bukanlah pemuda Indonesia Jika menyerap budaya yang datangnya dari luar Indonesia tanpa kita menyaringnya terlebih dahulu.

Kita mengaku bangga menjadi warga Negara Indonesia tapi kita tidak mencintai produk produk buatan Indonesia. Kita mengaku cinta Indonesia tapi kita masih mementingkan kepentingan pribadi kita daripada kepentingan Negara Kita.

Wahai Para Pengaku Cinta
kau mengaku cinta Indonesia tapi kau tilep uang Negara ini untuk kepentinganmu

kau mengaku cinta Indonesia tapi kau korupsi uang Negara ini
kau mengaku cinta Indonesia tapi hukum kau perjualbelikan wahai para penegak hukum

kau mengaku cinta Indonesia tapi kau hambur-hamburkan keuangan Negara
Kau mengaku cinta Indonesia tapi kau markup pengadaanmu
Kau mengaku cinta Indonesia tapi kau saling sikut kanan kiri untuk kepentinganmu

Kau mengaku cinta Indonesia tapi kau markup pengadaanmu

mana buktinya kau mencintai negeri ini
begitu kah yang disebut dengan cinta tanah air
pantaslah Indonesia jika sampai saat ini belum makmur
pantaslah Indonesia jika sampai saat ini belum sejahtera

wahai para pemegang kebijakan
kau mengaku cinta Indonesia tapi kenapa orang2 miskin kau telantarkan
kau mengaku cinta Indonesia tapi kenapa kau gusur mereka dengan cara kekerasan

tidakkah kau tahu cara yang lemah lembut untuk merelokasi mereka
tidakkah kau tahu “bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”

kenapa slogan ini hanya ada diundang-undang…
kenapa slogan ini tidak masuk ke dalam relung hatimu wahai…..
kenapa kau wahai para pemegang kebijakan

kenapa kau jadi keras kepada anak miskin dan dan anak terlantar
kenapa Anggaran untuk anak miskin masih sedikit…wahai para pemegang kebijakan
kenapa anggaran untuk kesejahteraan masyarakat kau preteli
kau preteli untuk kepentinganmu…

kenapa…?
kalian lebih mementingkan perut kalian
bukankah anak miskin juga bayar pajak
tapi kenapa kau sia-sia kan

Kita mengaku cinta republik tercinta ini tapi kenapa kalian malah menggerogoti Negara ini dengan menjual Aset-aset bangsa ini kepada Orang lain. kenapa…kenapa??

kau menangkan perusahaan yang bertaraf International karena kau dapat imbalan
mana darma baktimu untuk negeri ini

tidak salah jika Orang Papua menembaki para Pegawai yang bekerja di salah satu Perusahaan Milik Asing. wahai kepada para pemegang kebijakan Negara ini…butakah kalian….tulikah kalian….

kenapa mereka yang punya tanah, kalian tidak sejahterakan, kenapa wahai para pemegang kebijakan kalian tidak peka dengan semua kejadian ini…apakah kalian lebih suka untuk mensejahterakan para investor itu sampai kalian lupa dengan saudaramu sebangsa dan setanah air…

apakah seperti itukah yang dinamakan dengan cinta bangsa Indonesia ini…

wahai para pemegang kebijakan..
apakah kalian sudah menerima sebagian duit dari mereka..sehingga kalian menjadi seperti ini
dulu kau begituw baik terhadap kami…

dulu kau pernah hidup susah bersama kami tapi kenapa kau sekarang menjadi orang lain yang ngak aku kenal…
begituwkah orang – orang barat mendidikmu

wahai para Pemuda Indonesia
kenapa kalian lebih mencintai produk luar negeri
kenapa kalian begitu bangga

memakai produk buatan sana
bukankah lebih baek seandainya uang itu kau belanjakan buatan dari Indonesia
karena dengan itu kau telah ikut mensejahterakan pedagang-pedagang local

bukanlah Pemuda Indonesia jika banyak Bicara tanpa Bekerja
bukanlah Pemuda Indonesia jika hanya berpangku tangan
bukanlah Pemuda Indonesia jika tidak punya idealism
bukanlah Pemuda Indonesia jika masih cinta produk luar negeri

tidak banggakah kau memakai batik buatan Indonesia
tidak bangga kau bahwa kopi terbaek “luwak” berasal dari negerimu ini

tahukah kau bahwa kaos yang kau beli dari Luar Negeri asalnya juga dari Indonesia
tidak banggakah kau
tidak banggakah kau wahai pemuda

kau hanya mencari kepuasan belaka tanpa memperhatikan orang lain

Sumpah Pemuda
Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Air Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbahasa Yang Satu, Bahasa Indonesia

Satu Nusa Satu Bangsa
Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Kita
Tanah Iar Pasti Jaya, untuk selama-lamanya
Indonesia Pusaka, Indonesia Tercinta
Nusa Bangsa dan Bahasa, kita Bela Bersama

Bangun Pemudi Pemuda
Bangun Pemudi Pemuda. Indonesia
Tangan bajumu singsingkan, untuk Negara
Masa yang akan datang, kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu, terhadap Nusa
Menjadi tanggunganmu, terhadap Nusa

Sudi tetap berusaha, jujur dan ikhlas
tak usah banyak bicara, trus kerja keras
hati teguh dan lurus, pikir tetap jernih
bertingkah laku halus, hai putra Negeri
bertingkah laku halus, hai putra Negeri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s