Gili Kondo, Tempatnya Pulau Kayu Mati (Tour de Gili Kondo 4)

Pesona Gili Kondo dilhat dari sudut pandang yang lain

Memandangi Pantai Gili Kondo dari Cafe Perama

Memandangi Pantai Gili Kondo dari Cafe Perama

Yaaa inilah tujuan kita sebenarnya yaitu pergi ke gili Kondo. kalau anda ke gili Kondo mungkin hanya butuh 30 menit dari pantai Sambelia. Tapi, jika mampir ke gili lainnya di sekitar gili kondo maka tergantung anda. Tergantung seberapa lama anda di gili Petagan, seberapa lama di gili Kapal, dan seberapa lama juga anda di gili Bidara. Untuk memutuskan anda hanya mau gili Kondo saja atau lebih. Sebaiknya baca tulisan saya yang lain tentang Tour de Gili Kondo. baru anda putuskan.

Kayu Pertama untuk naruh baju sebelum dan sehabis snorkling

Kayu Pertama untuk naruh baju sebelum dan sehabis snorkling

Lalu kenapa di gili Kondo lebih dikenal orang daripada gili Bidara atau gili Kapal atau Petagan. Mungkin karena gili Kondo sudah dikelola pihak swasta yaitu Perama. Sehingga promosi lebih bagus. Mungkin juga karena fasilitas di Gili Kondo lebih “lengkap” dibandingkan di gili Bidara. Mau tau lebih banyak tentang gili Kondo..yuks simak perjalanan rombongan kami pada hari sabtu tanggal 15 Juni 2013.

neh buktinya. turis jerman ini menaruh baju nya setelah snorkling

neh buktinya. turis jerman ini menaruh baju nya setelah snorkling

Setelah singgah di gili Bidara sekitar 30 menit. Tepat jam 12.00 Wita, Rombongan kami sudah siap-siap menuju Gili Kondo. petugas juga sudah siap mengemudikan perahunya. Saya naik paling belakang. Walaupun saya sudah naik, saya masih berada di luar dan berdiri. Seakan tidak kehilangan moment, saya masih menyempatkan diri untuk mengambil beberapa gambar.

duduk santai di pantai Gili Kondo.

duduk santai di pantai Gili Kondo menghilangkan duh nikmatnya

Lokasi gili Kondo hanya bersebelahan dengan gili Bidara. Cukup dekat. Mungkin tidak sampai sepuluh menit untuk menyeberang dari gili Bidara. Pantai baik di gili Bidara maupun Gili Kondo cukup curam.

Kayu kedua di Gili Kondo cocok untuk bersantai

Kayu kedua di Gili Kondo cocok untuk bersantai

Pantai yang curam di sini sekitar lima meter dari garis pantai. Kita bisa membedakan kedalaman antara yang curam dengan yang landai dari warna air lautnya. Begitu kontras. Yang satu biru pekat, yang lain bening kebiru-biruan.

nah ini si dina malah kursinya dinaikin

nah ini si dina malah kursinya dinaikin

Setelah perahu kami lepas landas lima meter, perahu kami pun sudah masuk laut dalam. Delapan menit kemudian perahu kami sudah mendekati garis pantai gili Kondo.

suasana agak mendung mendung.

suasana agak mendung mendung.

Perbedaan antara gili Kondo dengan Gili Bidara bisa dilihat dari caranya pulau itu menyambut. Gili Bidara menyambut kami dengan kesederhanaan rumah penduduk. Maka, gili Kondo menyambut kami dengan Warung makannya. Kalau gili Bidara menyambut kedatangan kami dengan kehangatan para penduduknya, maka gili Kondo menyambut kami dengan fasilitas yang “lebih”.

Kayu ketiga cocoknya buat jemur pakaian juga ne

Kayu ketiga cocoknya buat jemur pakaian juga ne

Kalau di Gili Bidara pemilik rumahnya yang menyambut kami dengan uluran tangannya, maka di gili Kondo ada tanda “Selamat Datang di Gili Kondo, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur” yang menyabut kami. Kalau gili Bidara dikelola oleh penduduk maka di Gili Kondo dikelola oleh perusahaan. Kalau gili mau memberi ketela secara gratis, maka di gili Bidara kami harus membayar 3.000 ribu per orang dengan tujuan menjaga konservasi alam yang ada di Gili Kondo.

Suasana Gili Kondo

Suasana Gili Kondo

Persamaannya hanya satu yaitu baik Gili Bidara maupun Gili Kondo sama-sama menyambut kami dengan pantai yang indah dan bersih.

Gili Kondo. ku di sini

Gili Kondo. ku di sini

Perahu rombongan kami pun mendarat dengan selamat di Gili Kondo. setelah berada di Gili Kondo, beberapa kawan kami yang suka snorkling langsung bergegas untuk menyewa alat snorkling. Di gili Kondo memang ada penyewaan alat snorkling. Sedangkan yang tidak suka atau tidak bisa.. ya menikmat pulau ini. termasuk saya tidak ikut snorkling karena trauma saat snorkling waktu di pantai tablolong, kupang.

nah bagi yang nginap di Gili Kondo. perama juga menyajikan Barbeque alami..

nah bagi yang nginap di Gili Kondo. perama juga menyajikan Barbeque alami..

Sekedar pemberitahuan bilamana ingin snorkling sebaiknya janjian dulu dengan pihak pengelola gili Kondo sebelum berangkat gili Kondo. kami pun sudah janjian saat sebelum berangkat ke gili Petagan.

Saat kawan-kawan saya sibuk dengan alat snorklingnya. Saya pun sibuk mengamati beberapa bagian yang ada di pulau ini. setelah saya amati, ternyata di pulau ini banyak pohon yang sudah mati.

nah ne kayu ada di sisi utara pulau.

nah ne kayu ada di sisi utara pulau.

Dan herannya, pohon yang mati itu kebanyakan ada di bagian depan sejajar dengan garis pantainya. Tidak hanya itu, pohon yang mati itupun bermacam-macam bentuknya. Jarak antara pohon mati yang satu dengan yang disebelahnya seakan beraturan. Jarak antar pohonnya sekitar lima meter.

Lalu yang menjadi pertanyaan saya. darimana pohon-pohon mati itu?. Apakah memang mati secara alami ataukah proses matinya dikelola. menurut saya seandainya sengaja ditanam trus dimatikan lagi tidak mungkin karena memang ukuran pohonnya berbeda-beda.

Ada yang besar ada yang kecil. Ataukah tumbuh dan mati secara alami?. Pohon yang hidup di sini banyak bahkan jauh lebih banyak daripada yang mati. Tapi yaaa pohon-pohon yang mati juga cukup banyak dan unik.

Saya coba mengulas mulai dari paling sebelah kiri sampai paling sebelah kanan.

Pohon yang paling sebelah kiri bentuknya seperti alat tradisional untuk membajak sawah. Nama pohon ini saya juga tidak tahu pohon apa?. Apakah tujuan berfungsi untuk bajak sawah. tentu bukan, la trus apa fungsinya pohon yang mati itu?.

Suasana Gili Kondo yang tenang membuatku betah disini

Suasana Gili Kondo yang tenang membuatku betah disini

di sini bisa untuk tempat istirahat, foto-foto bahkan menaruh baju dan alat snorkling juga bisa di sini. Terbukti saya melihat dua turis asing yang berasal dari jerman menaruh baju dan alat snorkling di pohon berbentuk bajak sawah ini. coba perhatikan foto berikut ini… inilah salah satu fungsinya

Pohon mati yang kedua adalah lebih unik dari yang mati pertama. Dari bentuknya pohon kedua ini sudah ketahuan fungsinya. Bentuknya seperti kursi. Pohon yang kedua ini mungkin sengaja dibentuk seperti kursi. Kursinya langsung menghadap pantai.

enaknya makan di cafe ini..mulai dari mie ampe seafood ada di sini

enaknya makan di cafe ini..mulai dari mie ampe seafood ada di sini

Saya juga tidak tahu dari pohon yang ini. Kita bisa bersantai-santai sambil bersandaran sambil menyeruput kopi. Apalagi pagi hari, kita bisa duduk sambil menikmati sunrise. Dukh nikmatnya…. Enak kan jalan jalan di sini.. ayok ke sini

Pohon yang ke tiga adalah tepat di depan rumah makan Perama. Bentuk pohonnya seperti apa yaaa.. belum bisa bayangin ne..bantuin  dunk… yaa bentuknya seperti pohon..hehe…pohonnya mempunyai 5 dahan. pohon ini cocoknya menaruh baju-baju sehabis snorkling. dari pohon kayu yang ini bisa melihat gili bidara yang indah loh…eh di kayu yang lain bisa juga liat denk…peace.. ne penampakan kayunya.

Kayuuuu doaaa.mirip orang doa soale hehe

Kayuuuu doaaa.mirip orang doa soale hehe

Pohon yang ke empat. Pohon yang paling sederhana dan bentuknya hanya memanjang saja. Fungsinya untuk menaruh petunjuk arah menuju ke penginapan dan kamar mandi.

Pohon yang lima adalah bentuknya hampir mirip dengan pohon ke tiga. Fungsinya untuk menaruh baju-baju yang tidak pakek atau bekas-bekas minuman. Kebetulan saat saya di situ, say melihat baju kaos yang dililitkan ke dahannya. Di tengah-tengah ada botos bekas minuman Poc***.

Bunga Mawar

Bunga Mawar

Pohon yang ke enam adalah pohon yang mirip dengan bentuk yang ke tiga juga. Bedanya adalah dia kelihatan kurus. Mungkin pohon ini kekurangan gizi hehehe. Mungkin ini pohon terkurus dan unik dari berbagai pohon mati yang aku temukan di sepanjang garis pantai di gili Kondo.

Nah pohon yang terakhir yang saya liat pohon yang sukanya tidur-tiduran di pinggir pantai. Lokasinya pun berbeda dengan yang lain. Dia berada di sisi pantai sebelah barat dan langsung menghadap ke gunung Rinjani. Gaya pohon ini tidak berdiri seperti yang lainnya, tapi tiduran. Dilihat dari ukuran pohonnya, Pohon yang ini pohon terbesar yang saya lihat. Ukuran pohon ternyata berbanding lurus dengan kemalasan untuk berdiri. Hehe…

Istirahat di berugak setelah snorkling

Istirahat di berugak setelah snorkling

Terakhir satu adalah pohon yang paling malas dan bergerombol dan bertumpuk. Mungkin pohon dalam satu keluarga, anak bapak, ibu, kakek, dan anak-anaknya hehe. Nah pohon inilah yang berada di dekat semak-semak. Lokasi ada di pinggir-pinggir pantai.

santap makanan di sini

santap makanan di sini

Nah sekarang terakhir dua. Khusus untuk pohon ini, saya akan sajikan khusus selain karena jumlahnya juga karena saya tahu nama dan jenisnya bahkan bahasa inggirnya sekalipun. Bukan karena pohon ini familiar loh ya… tapi karena di bawah pohon ini ada namanya.

Srew-pine

Srew-pine

Nama pohonnya adalah Pandan (Srew-pine). Lokasi berada di samping penginapan. Jumlahnya ada dua. Ada di bagian depan dan belakang penginapan. Fungsinya untuk apa, ya mungkin untuk menunjukkan keindahan bentuk tubuhnya di bawah langit yang berwarna. Dahannya seakan-akan mau mencengkeram langit.

saat pertama tiba dan sebelum pulang harap membaca ini

saat pertama tiba dan sebelum pulang harap membaca ini

Yaa begitu lah model-model pohon mati yang ada di gili Kondo. bagi yang masih penasaran dengan jumlah pohon mati yang ada di sana. Silahkan datang dan hitung sendiri ya kawan. hehe…Tapi jangan lama-lama loh nyari pohon matinya apalagi sampai memutari gili Kondo. ntar malah ngak bisa nikmatin indahnya taman bawah laut yang ada di gili Kondo. (cad/bersambung)

4 thoughts on “Gili Kondo, Tempatnya Pulau Kayu Mati (Tour de Gili Kondo 4)

  1. Gili kondonya masih alami banget ya Gan, pasir putihnya, biru air lautnya, begitu jg dg “kayu matinnya”.. kenapa harus “kayu mati” Gan? seandainya sj kayu itu hidup berupa
    pohon yang rindang dan subur mungkin akan menambah eksotisnya tempat tsb Gan, tp scr keseluruhan masih asri, mdh2an ane berkesempatan utk kesana🙂 salaam..

    • ya di Gili Kondo masih alami gan..ngak ada penduduk nya yang ada hanya pengelolanya yaitu perama dan pegawainya…memang disini banyak kayu mati tapi kayunya berseni gitu… tp bukan berarti disini ngak asri gan,,,,asri loh…banyak tumbuhan hijau plus terumbu2 karang yang indah….semoga secepatnya bisa ke gili kondo gan…salam juga juragan

  2. keren abis….tapi kenapa gk ada foto yg kayak kata orang2 gili gosong,jadi pulau kecil yg bisa nyebrang jalan kaki ke pulau seberangnya?

    • kalau pulau yang dekat gili kondo sepertinya bukan gili gosong mbak.. memang bisa nyebrang kalo air surut… kalau pulau yang mbak maksud pulau pasir ada. namnya gili kapal. silakan brows di blog ini tentang gili kapal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s