Keindahan Gili Kondo yang tak ada habisnya (Tour de Gili Kondo 5)

Selamat datang di Gili Kondo

Selamat datang di Gili Kondo

Apakah di Gili lain di sekitar gili Kondo tidak ada terumbu karang yang bagus?. Kenapa banyak orang yang snorkling di sini?. Ya tidak lain dan tidak bukan adalah karena hanya gili Kondo yang menyediakan penyewaan snorkling lengkap dengan pelampungnya. Sudah pernah baca tulisan saya saat menuju ke gili Petagan?. Nah dalam perjalanan itulah saya dan rombongan banyak melihat taman-taman laut tidak hanya terumbu karang, tapi ada padang lamun, dll.

Gili Kondo dikelilingi pasir putih

Gili Kondo dikelilingi pasir putih

Nah setelah saya mengupas tentang Pohon mati dengan segala bentuk dan fungsinya di seri sebelumnya. Saya mencoba mengupas gili Kondo dari sisi yang lain.

Welcome Gili Kondo

Welcome Gili Kondo

Semua rombonganku sudah lama menikmati indahnya taman laut yang ada di pulau ini. Dari rombongan kami berjumlah 17 orang, hanya saya, Nur Hidayat Budi, Bapak Wakhidin, Ibu Wakhidin, dan Bapak Toni yang tidak ikut snorkling. saya pun jadi penasaran ingin ikut menikmati indahnya taman laut di pulau indah ini.

Jernihnya perairan Gili Kondo

Jernihnya perairan Gili Kondo

dari tadi saya hanya bisa menikmati keindahan pasir putihnya. Keindahan bentuk pohon matinya. Jujur saya tidak berani snorkling lagi setelah dulu trauma snorkling saat di kupang sekitar tiga tahun lalu.

Perahu sedang paskir di Gili Kondo

Perahu sedang paskir di Gili Kondo

Saya pun langsung menyeburkan diri, tapi berenang sebatas dada saja. Saya masih takut menggunakan snorkling. Saya hanya melihat teman-teman yang berenang ketengah. Melihat teman-teman yang melihat indahnya taman laut itu. Saya jadi ingin ikut menikmati taman laut itu. Kebetulan saya dipinjami baju pelampung oleh Robertus Aryo Kusumo Widodo (Aryo).

putih bersih pasir. biikin pengin nyebur

putih bersih pasir. biikin pengin nyebur

Untuk menghilaukan trauma ku (saya masih belum bisa menggunakan alat snorkling karena trauma snorkling di tablolong kupang), aku hanya mau menggunakan kacamata bukan alat snorkling itu.

Persiapan snorkling

Persiapan snorkling

Dan Kebetulan juga ternyata Andri Anto Setiawan (Andri) punya kacamata renang yang sedang nganggur. saya pun segera mengambil kacamata itu. Setelah kacamata dan pelampung saya gunakan. Saya pun siap berenang. Saya masih coba berenang-berenang di daerah pinggir.

Taman Laut menggunakan hp (1) by @andrants

Taman Laut menggunakan hp (1) by @andrants

Saya coba tanya ke Andri tentang keindahan taman dan ikan lautnya “bagaimana terumbu karangnya?”,kataku. “Bagus kog”, jawab Andri sambil menunjukkan hasil jepretan yang hanya menggunakan handphone N*****. Hasilnya lumayan jernih untuk sekelas handphone. La trus bagaimana caranya menggunakan handphone agar bisa buat moto. Tidak perlu mahal-mahal, hanya perlu underwater-Case. ­

Setelah melihat foto hasil jepretan andri, saya langsung kesemsem pengin agak ketengah. Setidaknya nyampe ke tanda konservasi “jangan buang jangkar di wilayah konservasi”. saya berusaha lebih tenang toh saya kan ada pelampung, pikirku. Saya pun coba berenang, makin lama makin ke tengah. Kemudian saya balik lagi ke pinggir. Saya coba berusaha menenangkan diri. Untuk mengurangi ketakutanku, saya coba merayu pak Suharno yang juga belum ke tengah.

Taman Laut menggunakan hp (2) by @andrants

Taman Laut menggunakan hp (2) by @andrants

Ternyata pak Harno belum juga berani. Saya coba memberanikan diri dengan modal nekat. Nekat dan berani. Saya pun coba berenang lagi dari pinggir trus makin ke tengah, ke tengah. Aku pun mulai makin dekat trus makin dekat ke penanda itu. Akhirnya saya nyampai di kawasan konservasi itu. Mungkin bagi kawan lain, ini hal biasa. Tapi tidak bagi orang yang sudah trauma.

Di daerah konservasi itu banyak terumbu karang dan ikan-ikan kecil. Sungguh indah pemandangan bawah lautnya. Seakan tidak ingin beranjak dari kawasan ini, bahkan walau hanya bergeser. Walaupun saya tidak punya underwater-Case untuk mengabadikan semua itu, tapi saya punya underwater-eyes, at least itu ter-capture dalam ingatan saya.

Saya mencoba memegang penanda kawasan konservasi itu. mungkin karena saya pegangnya terlalu kuat. Akhirnya penanda itu goyang dan mau roboh. Terpaksa saya berusaha untuk menahannya dan coba membetulkannya. Akhirnya saya berhasil menegakkan penanda itu kembali. Walaupun tidak bisa mengembalikan ke posisi seperti semula. At least tidak roboh.

antara berugak dan pohon kelapa..

antara berugak dan pohon kelapa..

Saya pun coba mencari spot-spot lain (sebetulnya sih pengin lari karena takut dimarahin) hehe. Ternyata ada petugas yang mengetahui ku. Saat saya sudah menjauh, petugas penjaganya langsung berusaha mendekati tanda itu dan membetulkan tanda itu. Saya hanya  bisa melihat dari jauh (malu sih). Sebetulnya petugas itu tidak hanya  mau membenarkan tanda konservasi tapi juga mencari bagian alat snorkling yang dihilangkan oleh Reza.

Indahnya Pantai Gili Kondo tak tertandingi

Indahnya Pantai Gili Kondo tak tertandingi

Setelah menikmati indahnya terumbu karang dan taman laut, saya pun segera naik dan mau berbilas. Sedangkan teman-teman yang lain ada masih tetap dan mencari spot-spot lain. Dan yang terakhir paling lama snorkling adalah para cewek yaitu Hanna, Ika , dan Dewi. Salut buat para cewek telah mengalahkan para cowok dalam bidang snorkling. Hehehe… salutt…

Pasir Putihnya begitu Menggoda

Pasir Putihnya begitu Menggoda

Snorkling sudah, tinggal makan dan bilas yang belum. Kebetulan Teguh Hartato (Aan) mau memesan mie satu porsi bagi dua. Jadi lah saya dapat gratisan. Akhire saya dapat gratisan dua kali. Snorkling pinjaman, makan dibayarin. Eh plus satu gratisan lagi.

Drum pengangkut air

Drum pengangkut air

Mandi dengan air tawar juga gratisan. Untuk mandi di sini, kita harus membayar 20 ribu yang cukup empat orang. kenapa saya dapat gratisan. Ternyata setelah empat orang sudah mandi semua, ternyata masih ada sisa. Nah sisa itu lah yang untuk buat mandi saya. Setelah saya mandi, eh airnya juga masih sisa juga. Ternyata lima orang ini termasuk saya wis pengalaman menghemat air.

Pantai pesisir Utara Gili Kondo

Pantai pesisir Utara Gili Kondo

Mau tau sapa aja orang itu. Ini neh orangnya. Joko Mulyono, Suharno, Tri Agung Sumartono, Hary Pitra, dan terakhir adalah saya (saya sih pengalaman di kupang hehe). Nah kenapa mandi disini juga bayar. Karena di gili kondo ini airnya asin. Jadi air tawar itu harus diangkut menggunakan drum-drum besar dari pulau Lombok.

Ngintip yang lagi mandi akh

Ngintip yang lagi mandi akh

Mandinya sungguh alami dan asyik. Atapnya langsung langit, dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Bak mandinya seperti kendi yang ada di atas. Mandinya benar-benar alami. Nah khusus untuk para cewek. Lebih berhati-hati (maksudnya kalau mandi, setidaknya ada temen wanita yang jagain). Sapa tau ada cowok yang nyelonong. Hehehe

Penginapan di Gili Kondo

Penginapan di Gili Kondo

Mandi dengan cara yang seperti ini mengingatkan saya saat saya masih kecil. Dulu saya sering mandi dengan beratapkan langit berdindingkan anyaman bambu. Air mandinya, kalau musim kemarau menggunakan air hujan. jika musim kemarau, maka saya harus mengangkut air dari sumur. Kalau sumur di dekat rumah sudah habis, saya harus mengangkut air dari desa lain sejauh 10 Km menggunakan sepeda kecil.

Gunung Rinjani dilihat dari Gili Kondo

Gunung Rinjani dilihat dari Gili Kondo

Yang paling berat adalah saat pulang membawa air karena jalanan banyak menanjak, sehingga tidak jarang saya sering menuntunnya. Kebiasaan ngangkut air seperti ini tidak hanya saya, tapi juga teman-teman kecil saya. Mungkin saking susahnya air, orang tua saya baik bapak maupun ibu sering keluar tengah malam untuk mencari setetes air yang masih ada di sumur yang juga lumayan jauh. Itu semua demi anak-anaknya biar bisa mandi dan juga keperluan masak. Nah kug jadi ingat masa lalu sih…kembali ke laptop

pantai yang langsung menghadap ke Gunung Rinjani

pantai yang langsung menghadap ke Gunung Rinjani

Nah bagi teman-teman yang ingin menginap disini. Silahkan disini ada penginapan sebanyak lima kamar. Tarif standart @250.000 per malam. Kamarnya juga alami terbuat dari anyaman-anyaman pohon bambu, atapnya terbuat dari rumput-rumput yang sudah dikeringkan. kamarnya berbentuk rumah panggung. Menginap di sini seperti merasakan suasana pedesaan yang masih alami.

Kapal Wisatawan Perama

Kapal Wisatawan Perama

Setelah semuanya selesai, kami pun siap-siap pulang dan meninggalkan pulau sejuta kenangan ini. kami pun foto bersama di “Selamat Datang Gili Kondo” dengan 17 orang sebelum beranjak meninggalkan pulau indah ini.

Perahu yang mengangkut wisatawan luar negeri

Perahu yang mengangkut wisatawan luar negeri

kami pulang dengan menyeberangi lautan yang langsung menghadap gunung Rinjani. Karena pulang lewat selat yang langsung menghadap gunung Rinjani, saya namakan selat ini dengan sebutan “Selat Rinjani”. Kapan ke Rinjani beneran yaa…. Semoga suatu saat.. secepatnya…

mari kita Pulang

mari kita Pulang

Pulang dengan penuh kenangan dan pengalaman. Sebelum saya mengakhiri perjalanan di Tour de Gili Kondo ini. saya coba mengutip tulisan yang ada di gili Kondo yang patut renungkan bersama :

  • Dilarang mencoret apapun, kecuali di atas pasir
  • Tidak merusak tanaman dan taman laut
  • Tidak mengambil apapun, kecuali foto
  • Tidak meninggalkan apapun, kecuali jejak dan kenangan.

(cad/habis)

One thought on “Keindahan Gili Kondo yang tak ada habisnya (Tour de Gili Kondo 5)

  1. Pingback: Menjelajahi Taman Laut Gili Bidara, Gili Petagan, dan Gili Kondo | CATATAN CADERABDUL PACKER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s