Jalan-jalan ke musium Mataram

12 Mei 2013

Musium Mataram

Musium Mataram

sejenak kita lupakan dulu tulisan yang ber aura pantai maupun pegunungan. yuk kita coba keliling di sekitar kota mataram.

Saya dan tiga orang sahabat berkesempatan untuk mengunjungi Museum yang ada di kota Mataram. Sebetulnya rencana kami ber lima, tapi tidak bisa karena salah satu teman kami, Dina Antariska Sari, sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan di bogor.  Saya sendiri bertugas di Mataram mulai tanggal 12 Februari 2013. Jadi tepat tiga bulan saya sudah tinggal di mataram. Rencana ini sebetulnya sudah direncanakan seminggu sebelumnya, tapi kami baru berkesempatan untuk mengunjunginya.

Alquran hand writing dan baju kerajaan Bima

Alquran hand writing dan baju kerajaan Bima

Orang yang pertama kali mengajak saya ke musium adalah Gusti Dian Prayogi. Kebetulan ibunya Dian sedang mengunjungi dian di Mataram, dan Dian pun berencana mengajak ibunya ke musium. Tapi Ibunya Dian tidak mau, Dia pengin di kos saja. Jam menunjukkan pukul 11.30, kami pun berangkat bersama-sama menggunakan sepeda motor. Tidak sampai 10 menit, kami sudah sampai di depan pintu gerbang musium Mataram. di bagian depan bangunan tertulis jelas “Musim Negeri Nusa Tenggara Barat”.

Miniatur Candi Prambanan

Miniatur Candi Prambanan

Saya pun bertanya-tanya dimana tempat parkirnya. Akhirnya petugas musium memberikan petunjuk tempat parkir. Ternyata parkir musium ada di seberang jalan, sehingga saya harus memutar balik. Di tempat parkir ternyata sudah ada dua rombongan buss pariwisata. Setelah  melewati pintu gerbang utama, Petugas musium langsung mempersilahkan kami untuk membeli karcis terlebih dahulu. Harga karcisnya cukup murah hanya Rp2000. Kami pun memasuki musium. tidak jauh dari karcis, beberapa anak sekolah sedang mengelilingi sesuatu. Saya pun berusaha mendekatinya. Ternyata yang dilihat adalah buaya yang sudah diawetkan yang ada di dalam kaca. Ukurannya cukup besar, panjangnya 4,1 meter, lebarnya 1,1 meter, dan tingginya 0,6 meter.

berbagai macam alat kesenian di Musim Mataram

berbagai macam alat kesenian di Musim Mataram

Buaya ini termasuk buaya muara (latinnya Crocodiyus porosus). Spesies buaya Muara ini termasuk spesies buaya terbesar dan terpanjang  di dunia. Bahkan termasuk buaya terganas di dunia.

Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menangkap mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air sungai melebihi panjang tubuhnya, buaya muara bisa melompat serta menerkam secara vertical mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya.

Hup…. Hanya dalam satu kali lompatan, kamu bisa saja sudah ada di dalam mulutnya.

berbagai jenis batu hasil penambangan oleh Newmont

berbagai jenis batu hasil penambangan oleh Newmont

Keganasan buaya muara sudah terbukti banyak memakan korban. Buaya muara yang ada di musium ini sudah memakan korban manusia dan hewan ternak. Karena sudah banyak memakan korban tersebut dan meresahkan masyarakat, akhirnya masyarakat sekitar menangkap dan membunuhnya kemudian diserahkan ke musium Mataram sejak akhir Desember 2010. Buaya Muara ini berasal dari perairan sungai ama la HB, kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Nah bagi yang mau tahu lebih detail tentang keganasan buaya muara, silahkan cari referensi atau browsing yaa….hehe

profesi penduduk lombok pada jaman dulu

profesi penduduk lombok pada jaman dulu

Setelah cukup puas mengamati dan melihat buaya Muara, kami pun mau masuk ke gedung pameran utama. sebelum pintu masuk ada dua Meriam . satu Meriam ada di sebelah kanan, satu lagi ada di sebelah kiri pintu masuk. Di bagian kiri pintu masuk, ada beberapa miniatur yang membuat saya tertarik untuk mengunjunginya. Miniatur yang ada di dalam kaca itu antara lokasi tambang Newmon, gunung tambora, dan gunung rinjani. Dilihat dari miniaturnya aja menarik apalagi aslinya. Semoga di lain kesempatan saya dapat mengunjunginya . Di bagian sisi kanan jalan ada beberapa jenis cangkang jenis satwa yang dilindungi antara lain Kerang Kepala Kambing, Nautilus Berongga, kima raksasa, Triton Terompet, kerang muatiara, susu bundar, siput Lola, dan Trakalola, dll. Setelah selesai mengamati bagian teras musium, kami pun masuk ke pameran utama.

Meriam di Musium Mataram

Meriam di Musium Mataram

Di lorong menuju pameran utama itu ada miniatur candi Borobudur dan komplek candi Prambanan. Di depan pintu masuknya, kami langsung disambut dengan deretan etalase kaca yang lumayan besar. Di depan pintu ada empat lemari kaca. empat etalase kaca itu adalah busana pengantin empat suku yang ada di mataram, yaitu suku sasak, suku Sumbawa, suku Bima, dan suku bali. Di bagian sisi kiri jalan ada beberapa antara lain contoh batu tambang newmon. Ada sekitar 12 jenis batu newmon. Ada yang berbentuk tabung dan ada juga yang tidak beraturan. Di sampingnya lagi ada beberapa batu fosil yang ukurannya kecil-kecil.di depan batu fosil itu ada baju besi dilengkapi dengan topi besi dan senjatanya. Di samping baju besi itu ada alat pertanian jaman dulu seperti alat bajak yang terbuat dari kayu. Uniknya hanya alat bajak saja yang tidak ditaruh di dalam kaca. Di sekitarnya ada banyak lagi alat-alat pertanian yang ukurannya kecil-kecil. Di sini juga pun ada perlengkapan nelayan.

Setelah sisi bagian kiri selesai, saya balik arah menuju sisi kanan. Tepat di belakang 4 etalase kaca busana pengantin tersebut, Ada Kaca yang ukurannya agak besar dan menonjol. Ternyata itu adalah alat untuk menenun pakaian khas mataram. alat itu cukup sederhana, hanya terbuat dari kayu, dan terlihat simple. Bahkan ada teman saya, dewi ryan agustin, bilang begini “alat sederhana yang kayak gini, bisa membuat kain tenun”.  Mendengar ucapan seperti itu, saya hanya bisa membuatku tersenyum. Di depan alat tenun tersebut, ada tiga kaca yang ukurannya lebih kecil. 3 etalase kaca itu adalah hasil tenunan dari alat-alat tersebut. Dari tiga etalase kaca tersebut semuanya berbeda. Kain tenunan hasilnya bagus-bagus. kain-kain tersebut dilindungi dari kaca, sehingga saya tidak bisa menyentuh atau merabanya.

kain Songket Mataram

kain Songket Mataram

Di sebelah kanan alat tenun tersebut ada beberapa jenis senjata. Senjata tersebut digunakan untuk menjaga diri dan alat mengumpulkan makanan. Senjata-senjata tersebut antara lain : pedang yang bertuliskan arab, badik (senjata tikam dari Bima dan Lombok Timur ), Parang (senjata tetak asal Sumbawa), Golok, dan tempius (senjata tusuk asal Lombok). Di samping senjata ada koleksi keris, ukurannya mulai dari yang kecil sampai yang besar, bentuknya ada yang lurus dan yang meliuk-liuk. Di sampingnya keris itu pandai besi. Pandai besi itulah yang membuat alat-alat seperti keris, pedang, dll.

Di depan pandai besi, ada beberapa alat-alat musik tradisional seperti gendang, wayang, seruling, rebana dan gamelan, dll. Di depannya lagi ada beberapa jenis topeng. di samping kanan topeng, ada koleksi dari 3 agama, yaitu agama Islam, Hindu dan Budha. Koleksi agama Islam antara lain Sungkup Masjid,  Alquran tulis tangan dari Lombok, dan lain-lain. Koleksi agama Hindu misalnya alat pedupaan, Talam, Dulang, Ceret, dan patung Lembu, dll. Mungkin tiga agama itulah yang bisa mewakili awal-awal kerajaan yang ada mataram. bahkan agama hindu di mataram seperti pusat hindu di indonesia yaitu Bali. Jangan heran kalau anda melihat aura bali di mataram. kehidupannya pun berdampingan dengan agama islam. Jadi islam dan Hindu di mataram tidak dapat dipisahkan. Selalu berdampingan.

Nekara

Nekara

Di samping koleksi agama tersebut ada nekara. Nekara adalah gendang perunggu berbentuk seperti dandang berpinggang pada bagian tengahnya , nekara dianggap benda suci yang berfungsi sebagai benda upacara. Di samping kanan nekara, ada semacam pakaian kerajaan. Di bagian pojok ada baju bangsawan, di tengah-tengahnya ada kaligrafi bahasa arab yang ditulis pada kain. Kain tersebut keliatan sudah tidak utuh lagi. Ada beberapa bagian yang sudah robek. Sekian perjalanan saya ke musium Mataram semoga berkenan

Follow @caderabdulpaker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s