Perjalanan Menuju kawasan wisata Moni, Ende

Bentuk Sawah-sawah saat perjalanan dari Ende ke Gunung Kelimutu

Bentuk Sawah-sawah saat perjalanan dari Ende ke Gunung Kelimutu

Sawah-Sawah dan Tebing-Tebing

Kali ini saya melanjutkan perjalanan saya ke Kawasan Wisata Moni. Jika kupang identik dengan panasnya maka di Ende sangat identik dengan ademnya. Kabupaten Ende termasuk dalam kawasan pegunungan. Tentunya gunung yang terkenal itu Gunung Kelimutu yang terkenal dengan Danau Kelimutu tiga warna.

IMG_4735

sawahnya keren ya di ende ini

Tidak hanya itu, sepanjang perjalanan saya ke kawasan Wisata Moni. Banyak kawasan pertanian dan perkebunan yang kami lewati. Banyak tanaman yang bisa kami jumpai dalam perjalanan ke Moni. Seperti perkebunan kemiri, cengkeh, coklat, dan hamparan tanaman padi. Dari berbagai kawasan pertanian ada yang satu hal yang sangat mencolok dan unik bagi rombongan kami. Akhirnya kami pun memutuskan untuk berhenti sejenak. Kawasan itu adalah kawasan pertanian padi. Bukan padi yang unik tapi bentuk petak-petak sawah itu yang unik. Mungkin bentuknya mirip apa ya…hayo ada yang bisa bantu sawah ini berbentuk apa?tentunya ya berbentuk sawah. Hehe.

Sepanjang perjalanan, kami dimanjakan oleh indahnya tebing-tebing pegunungan yang terjal. Saya tidak bisa membayangkan seandainya saya terhempas dari tebing-tebing tersebut. Selain itu, saya melihat beberapa warga yang mandi dari air terjun dadakan yang berada di pinggir-pinggir jalan raya. Terlihat aneh sih tapi tidak bagi mereka. Dari tebing-tebing keluar air. Air yang keluarnya cukup deras itu dipasanglah paralon. Nah warga hanya memanfaatkan air yang keluar dari paralon-paralon itu. ada yang mandi dan ada yang ngambil untuk keperluan lainnya. Jadilah pinggir-pinggir jalan raya penuh dengan warga atau anak-anak yang mandi.

Narcis dulu akh

Narcis dulu akh

Melewati kawasan pemandian dadakan. Kami pun disuguhi lagi pegunungan dan tebing-tebing. Sang supir lalu menunjuk sebuah kampung adat yang jauh disana. “di sana ada kampung adat, kampung adat itu baru terbakar”, ucap sang supir kepada kami. Karena insiden kebakaran itu, sang supir menyarankan agar kami tidak perlu datang kesana. Kami pun melanjutkan perjalanan lagi.

Wisata Air Panas Ae Oka Detusuko

IMG_4747

Wisata Air panas Ae Oka Detusuko Jaraknya sekitar  33 km. bisa ditempuh dalam satu jam dengan Mobil atau motor atau angkutan umum. Air panas Ae Oka Detusuko berada pertigaan jalan. Tepatnya di pertigaan pasar Detusuko. sekitar 500 meter dari Pasar Detusuko.

nah sebelum masuk. bayar karcis dulu. Ngak mahal, paling 2000 perak. Kolam renang air panas tidak terlalu luas. Pas lah buat manasin badan. Air Panas Detusuko ini biasa dikunjungi warga pada sore untuk mandi. Adanya air panas sangat cocok dengan kawasan yang dingin di daerah Detusuko. Menurut penjelasan penjaga air panas Ae Oka Detusuko, suhu di sini berkisar 36 s.d 45 derajat Celcius.

IMG_4740

Nah khusus untuk weekend. Air panas Ae Oka Detusuko banyak dikunjungi dari daerah-daerah lain. ada yang datang untuk sekedar mandi atau berendam atau ingin menyembuhkan penyakit kulit. menurut sebagian pengunjung, banyak orang-orang yang sembuh setelah mandi di pemandian Detusuko (mungkin ada benarnya kan airnya banyak ngandung mineral).

Danau Kelimutu itu berwarna-warni sesuai dengan kadar mineral. Yang pasti mineralnya lebih tinggi. Kalau yang air panas Ae Oka Detusuko aja bisa nyembuhin penyakit, apalagi yang danau kelimutu yang bermineral tinggi (hanya kesimpulan sang penulis hehe).

Jalan menuju pemandian air panas

Jalan menuju pemandian air panas

Kolam air yang ada di kawasan ada dua. Satu berukuran besar yang cukup untuk berenang. Dan satu lagi yang berukuran lebih kecil yang bisa untuk berendam beberapa orang saja. Nah sebelum mengalir ke kolam, air tersebut harus melalui kolam penampung yang ukurannya lebih kecil tapi suhunya lebih panas. Saya coba memasukkan tangan, cepat-cepat saya narik lagi karena panas. Untuk test lanjutan, saya coba menaruh telur puyuh mentah yang sudah saya beli. Tapi sebelum telur itu mateng, saya keburu lanjutin perjalanan lagi.

ngerebus telur puyuh

ngerebus telur puyuh

Nah waktunya berangkat lagi ke kawasan moni. Hanya butuh 30 menit untuk nyampe ke kawasan ini. beberapa penginapan dan Homestay sudah berjejer di sepanjang jalan kawasan moni. Termasuk hotel milik pemerintah daerah yang paling menonjol dan berada di pintu masuk kawasan Moni. Sayang, hotel itu sudah terlalu dirawat. Kesannya sih tak terawat gitu.

Nah sekarang lanjutin survey hotel sekaligus buat nginep bareng semalem. Akhirnya saya tiba di sebuah penginapan yang asri. Ketemu resepsionis, trus nanya-nanya harga. Eh hargae pake dollar (90 – 100 dollars). Akhirnya urungkan niat deh buat nginep situ..nyari-nyari akhirnya dapat di Bintang Lodge. Tarif kamar 350.000 per malam. Karena saya beritahu kalau saya sedang survey, si pemilik memberikan diskon 50.000. lumayan buat ngirit sih.

Air terjun Murundao

Air Terjun Murondao, Moni

Air Terjun Murondao, Moni

Hari sudah sore, tapi males kalau di kamar. Akhirnya nyoba nanya tempat wisata di sekitar Moni. Eh sang supir ngasih tahu di dekat sini ada Air Terjun, Air Terjun Murondao. Ya udah kita langsung cao. Harus secepatnya cao. Soalnya wis keburu malem. Jarum Jam wis nunjuk ke angka lima. Cayo

Murondao Waterfall

Murondao Waterfall

Tak perlu lama-lama. Hanya 5 menit dah tiba di lokasi. Air Terjun Murondao ne tak hanya berfungsi sebagai Air Terjun. Tapi juga sebagai irigasi, sayang irigasi itu juga masih jauh. Sehingga, untuk keperluan rumah tangga, beberapa warga perlu ngangkut air dari irigasi tersebut. Yang saya heran napa tuh irigasi tidak melewati perkampungan warga agar bisa dimanfaatin tak perlu angkut-angkut.  (bersambung)

Ikuti Perjalanan kami yang lain di Ende saat menggunjungi Pantai Penggajawa, Pantai dengan batu-batuan Hijau di

https://caderabdul.wordpress.com/2013/09/15/pesona-pantai-penggajawa-dengan-batu-hijaunya/

atau mau tahu Bagaimana Bung Karno menemukan Inspirasi 5 Dasar Pancasila dalam pohon Sukun sila ke

https://caderabdul.wordpress.com/2013/09/15/bung-karno-dan-pohon-sukun/

Follow twitter kami di @caderabdulpaker

3 thoughts on “Perjalanan Menuju kawasan wisata Moni, Ende

  1. Pingback: Mengejar Sunrise Danau Kelimutu 3 Warna | CATATAN CADERABDUL PACKER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s