Pantai Mawi, Surga bagi Peselancar

Mawi

Birunya air laut dipadu dengan pantai yang indah di pantai Mawi

Pesona pantai di pesisir Selatan pulau Lombok ini benar-benar suatu anugerah tersendiri. Khususnya bagi kabupaten yang menaungi pantai selatan. Hampir semua kabupaten di Pulau Lombok ini dipenuhi dengan pulau-pulau kecil.

Pulau-pulau kecil hampir menjadi ciri khas dari kabupaten di Lombok, mulai dari Lombok Utara yang terkenal dengan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Lombok Barat yang ditaburi oleh pulau-pulau kecil misalnya Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Poh, Gili Rengit, Gili Lontar, Gili Asahan, Gili Penyu, Gili Layar, dan Gili Gede. Gili yang terkecil adalah Gili Poh dan yang terbesar adalah Gili Gede.  Lombok Timur pun dikelilingi oleh pulau-pulau kecil seperti Gili Lawang, Gili Sulat, Gili Petagan, Gili Kapal, Gili Bidara, dan Gili Kondo.

Mawi surga bagi para peselancar

Mawi surga bagi para peselancar

Kabupaten Lombok Tengah ini hampir bisa dibilang tidak mempunyai gili sebagai Ciri khasnya. Kalau pun ada, Gili itu tidak terlalu menjadi andalan pariwisata kabupaten Lombok Tengah. Gili-gili itu antara lain Gili Anakewok, Gili Nusa, dan Gili Anak Anak Anjan. Gili-gili tidak secantik dengan gili-gili yang ada di kabupaten lain di Lombok.

Walaupun seperti itu, kabupaten Lombok Tengah ini dianugerahi pantai-pantai yang indah yang sudah menjadi pusat pariwisata seperti pantai Kuta, Pantai Tanjung Aan,  Pantai Selong Belanak, pantai Tomang Omang, pantai Serangan, Pantai Mawi, Pantai Semeti, pantai Tlawas, Pantai Monah, pantai Seger, pantai Mandalika dan Batu Payung.

deburan ombak di Pantai Mawi

deburan ombak di Pantai Mawi

Pantai Serangan yang unreachable

sepulang meninggalkan pantai Tomang Omang yang aduhai itu. saya langsung mengajak Fendi untuk langsung mengunjungi pantai Serangan yang berada di sebelah barat, pantai Tomang Omang. Ku laju motor melewati kawasan perkampungan ini. Di perkampungan itu lah kami bertemu dengan para Touring. Mereka sedang istirahat sejenak di bawah pepohonan rindang. wajah mereka terlihat wajah kecapean.

Pasir Merica di Pantai Mawi

Pasir Merica di Pantai Mawi

Mas, kita benar akan melewati perbukitan yang belum beraspal ini, ucap Fendi kepada saya. Ya, sekalian lah kita sudah ke sini, tanggung kalau sudah ke berada di sini tapi tidak ke Pantai Serangan, kataku. Untuk ke pantai Serangan ini, kami harus menembus jalan berbukit. Dari kejauhan jalan tampak berwarna berwarna putih. Warna putih itu sebagai penanda bahwa jalan masih belum teraspal. Saya pun berusaha untuk meyakinkan Fendi bahwa kita bisa menembus jalan menuju pantai Serangan itu. ku laju motor dengan begitu pelan. Jalan yang rusak membuat aku keder untuk ngebut.

Ku lihat jalan ini semakin menanjak. Saya mengambil ancang-ancang. Tiba-tiba fendi menepukku dari belakang. Benar ne kita mau lanjut ke pantai Serangan, katanya sama saya. Yaa kita pasti bisa menembus, kata ku untuk meyakinkan.  ku naiki motor itu, fendi bonceng

Pantai Mawi, Lombok Tengah

Pantai Mawi, Lombok Tengah

di belakang ku. Jalan bagian tengah berdebu, jadi tak bisa dilalui. Aku mengambil jalan pinggir, mencari jalan yang masih ada batunya. Motor ku terseok-seok dibuatnya.

Ban bagian depan tergelincir ke bagian jalan yang yang berlubang dan berdebu. Aku dan fendi turun. Saya bagian nge gas, Fendi bagian dorong. Setelah bersusah payah, akhirnya bisa naik ke bagian pinggir lagi. saya  pun menaiki lagi dan fendi bonceng lagi. tak berapa lama motorku oleng, saya pun kehilangan keseimbangan… Buk… kami pun tergelincir. Terseok kembali.

Di belakang saya, ada seorang warga kampung yang juga terseok-seok menaiki jalan ini. saya lihat diapun tergelincir. Saya pun juga begitu semakin terseok-seok. Sekarang Fendi yang mengambil kemudi. Saya yang membonceng. Tak banyak membantu. Tetap sering terseok-seok. Beberapa kali motor oleng trus terjerembab ke kubangan jalan. Saya pun akhirnya turun dari motor.  Lebih baik jalan kaki. Fendi yang bertugas naikin motor ke puncak bukit.

Mawi

Mawi

Akhirnya, setelah bersusah payah kami pun bisa mencapai puncak dengan perasahan campur aduk. Senang sekaligus putus harapan.  Senang karena kami sudah tiba di puncak. Putus harapan karena pantai Serangan juga menunjukkan batang hidungnya. “Pantai Serangan masih harus melewati satu bukit lagi’, kata warga itu kepada saya. Pikiran yang begitu semangat tiba-tiba langsung down jreb. Fendi, ayuk kita kembali aja. Kita cari pantai lain saja. Mungkin lain kali saja kita taklukkan pantai Serangan.

kami pun menuruni bukit dengan penuh kecewa, kesal dan lapar dipadu dengan panasnya terik matahari saat siang hari

Jalan Menuju Mawi Perbukitan yang mengering

Jalan Menuju Mawi Perbukitan yang mengering

Kali ini saya akan mengunjungi pantai yang gususan pantainya terlihat dari pantai Tomang Omang. Yaitu pantai Mawi. Pantai Mawi ini terletak di timur dari pantai Selong Belanak. Untuk menuju ke pantai Mawi ini perlu kecerdasan bertanya alias harus sering tanya-tanya kepada warga. Tak ada petunjuk dan penunjuk arah yang jelas. Jika sudah seperti itu, yang aku lakukan adalah hanya melaju sepeda motor agar menemukan petunjuk-petunjuk itu.

anak anjing dan dua turis Italia

para Peselancar sedang beraksi

para Peselancar sedang beraksi

Saat memacu motor itu, saya bertemu dengan sepasang turis yang sedang mengobrol dengan dua orang anak berusia 10 tahunan. Lokasinya tepat berada di depan kantor kepala desa Mekarsari. saya langsung mana mungkin tuh anak ngerti bahasa inggris. Akhirnya saya berusaha untuk mendekati mereka. Barangkali sih bisa bantu.

Sebetulnya saya rada keder juga buat deketin tuh turis. Maklum, bahasa inggris saya kacau balau. Masalahnya, saya pernah membenci tuh pelajaran bahasa inggris waktu saya menempuh pendidikan di junior high school. Saat saya sudah berada di antara mereka, turis cewek langsung memandangi dan langsung ngajuin pertanyaan

Mawi

Mawi

Turis      : Can you speak english?

Saya        : Yes, I can.

Turis      : Can you help me?

Saya       : What Can I do for you.

Turis      : please ask them where is the mother of this dog (turis sambil nunjukin anak anjing yang  tanpa ibu itu.

Rumput Merah di Bukit Mawi dengan latar Pantai Mawi

Rumput Merah di Bukit Mawi dengan latar Pantai Mawi

Dari obrolan itu saya langsung nanya ibu dari anak anjing itu. eh parahnya tuh anak juga kagak terlalu ngerti bahasa indonesia. Jadi lah saya menggunakan bahasa isyarat plus indonesia. dari penjelasan anak2 itu saya tau bahwa Ibu dari anak anjing sudah mati. Anak-anak itu membungkus anak anjing dengan plastik. Saya pun menjelaskan kepada turis itu bahwa ibunya anak anjing sudah mati.

saya memperhatikan kegelisahan turis ini. terlihat dari gerak gerik tubuhnya. dia ingin berjumpa dengan orang-orang yang bisa memelihara anak anjing ini. wajahnya berputar-putar barangkali ada penduduk sini yang bisa membantu anak anjing. turis itu langsung mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya.

Turis      : anybody can help this dog?

Saya       : I don’t know. because there is no body aroud here.

turis       : is it a House?may be there is someone inside there?

saya     : No, this is not house. this is goverment office. but today is holiday. so I think there is no someone inside there.

turis       : can you seek someone in the office?

sesekali dia ngobrol dengan teman cowoknya. bahasa yang digunakan bukan bahasa inggris tapi italia. saya lebih yakin bahwa dia berasal dari italia saat dia bilang I am from italia. kegelisahan tak berhenti.

saat saya dan turis italia ngobrol, rombongan turis bersepeda motor mendekati kami. Mereka menanyakan jalan ke pantai Mawi. setiap sepeda motor yang mereka tumpangi dilengkapi dengan papan selancar. rombongan turis itu pun berlalu dalam sekejap.

saya mulai membaca firasat turis itu. sepertinya, turis ini tak akan pergi sebelum ada orang yang merawat anak anjing. saya pun langsung membisikkan ke fendi. “bukankah ada seorang pelacur yang masuk surga karena menolong seekor anjing”. saya pun ikut berempati untuk menolong anak anjing itu.

saya pun bergegas ke kantor Kepala Desa Mekarsari. Tak ada seorang yang menyahut. ku kelilingi kantor desa itu. tak ada orang. putus harapan di kantor kepala desa. jujur, sebetulnya saya tak yakin bahwa di kantor ini ada orang. saya ke kantor ini ingin meyakinkan bahwa memang di kantor ini tak ada orang.

selesai di kantor desa, saya mendekati rumah-rumah warga di sini. sepertinya mereka sedang istirahat siang. beberapa pintu tertutup kecuali satu rumah. sayang, ibu itu menjawab hanya dengan gelengan kepala. saya pun berlalu kembali kepada turis italia itu.

IMG_0015

Jejak kaki di Pantai Mawi

saya dan turis italia seperti sama-sama bingung. tak tahu siapa yang akan merawat anak anjing itu. saya pun mempersilahkan agar dirawat turis itu. turis menggerakan kepala seakan bilang saya tidak mungkin membawa ini. saat harapan itu sudah pupus, seorang pengendara motor itu mendekati kami.

saya langsung mendekati pemuda itu dan membisikkan ke pemuda itu. anak anjing ini membutuhkan perawatan. Turis ini tak akan pergi sampai ada orang yang bersedia yang merawatnya, kataku pada pemuda itu. kebetulan juga rumah pemuda juga tidak jauh dari sini. saya pun langsung bilang kepada turis bahwa kami berdua akan membawa anak anjing ini agar ada yang merawat.

wisatawan saat bersantai di pantai Mawi

wisatawan saat bersantai di pantai Mawi

ternyata turis ini tidak serta merta percaya kepada kami berdua. dia masih mengajukan beberapa pertanyaan “are you sure?”. I am sure n his house is not far from here, trust me, kataku pada turis itu untuk meyakinkannya. alhamdulillah turis percaya juga ma saya.

kami berdua segera meluncur dengan membawa seekor anak anjing yang lucu. kemudian mencari warga yang mau memelihara tepatnya dipaksa untuk melihara. saya minta sedikit nasi untuk dikasihkan ke anak anjing itu. saya berpesan, tolong pelihara anak anjing ini. siapa tahu anak anjing yang mengantarkan kita ke surga, pesan ku pada pemuda itu.

kami pun berlalu meninggalkan seekor anak anjing. suatu saat, saya ingin menengokmu.

Pantai Mawi, Surga bagi Peselancar

pantai Mawi Surga para peselancar

pantai Mawi Surga para peselancar

hendak kemana, kata turis itu kepada ku. oh, saya ingin pergi ke pantai Mawi, kata ku. jalan ke pantai mawi lumayan jelek, lebih baik ke pantai Mawun kata turis italia itu sebelum meninggalkan kami.  saya pun bergegas melanjutkan perjalanan ke pantai Mawi.

kami melewati perbukitan di samping kanan kiri. perbukitan dengan rumput yang sudah mengering. pepohonan itu seakan melambaikan kepada kami. beberapa turis dengan papan selancar mendahului ku. tiga petugas penjaga pintu masuk pantai mawi langsung mencegat saya. di pintu gerbang itu tertulis 10.000 untuk motor, 20.000 untuk mobil. mungkin ini tarif termahal yang pernah saya temui di Lombok ini. yang lain kebanyakan gratis. mungkin ini juga termasuk wajar khusus untuk pantai Mawi. karena pantai Mawi pengunjungnya kebanyakan adalah Turis yang ingin melakukan surfing.

suasana pantai Mawi

suasana pantai Mawi

seorang turis muda berusaha menawar 5.000, tapi petugas itu tetap menolak. sempat saling mengotot, bahkan saling dorong. lain turis lain saya. tampang saya yang pribumi + kere hanya di minta bayar di bawah tarif. hanya 5.000 rupiah. jalan menuju pantai mawi tak begitu mulus. bahkan 1 km terakhir harus melewati persawahan dengan jalan tak beraspal. terlihat beberapa petani sedang berladang di sawah. tak jauh dari ada beberapa kampung yang hanya terdiri beberapa rumah penduduk.

suasana pantai Mawi

suasana pantai Mawi

perbukitan-perbukitan menuju Mawi di musim kemarau memang berbeda. perbukitan itu dipenuhi rerumputan yang sudah mengering dengan warna kemerah-merahan.

pantai Mawi semakin mendekat. beberapa sepeda motor dipenuhi papan selancar. berjajar rapi. ku perhatikan para wisatawan mawi ini. mungkin hanya saya wisatawan yang berparas indo. beberapa penjual minuman juga berdarah indo seperti dengan warna kulit kecoklatan. pantai Mawi benar-benar surganya bagi para peselancar.

Pasir mawi dengan latar peselancar

Pasir mawi dengan latar peselancar

pasir pantai Mawi menjadi khas pantai di pesisir Selatan Lombok ini. pasirnya berbentuk bulat-bulat seperti merica. pasir pantai Selatan yang juga berbentuk Merica antara lain adalah pantai Semeti, Pantai Kuta, Pantai Mandalika, Pantai Tanjung Aan.

di balik pantai bukit itu, ada juga pantai Mawi yang lain, kata penjual minum kepada saya sambil . saya bergegas menaiki bukit bagian kanan di saat matahari begitu teriknya. tak begitu susah. dari atas bukit ini, saya bisa melihat dua pantai mawi yang indah dengan warna biru laut yang sangat menawan. dari atas bukit ini saya juga bisa menyaksikan para turis yang sedang berselancar.

papan Selancar di Mawi

papan Selancar di Mawi

dari bukit satu pindah ke bukit yang lain. dari bukit sebelah kanan ke bukit sebelah kiri pantai Mawi. untuk ke bukit yang sebelah  kiri harus melalui bebatuan yang panas dan licin. tak hanya itu, jalan kebukitnya pun harus berpegangan pada rumput-rumput kering itu. kaki ku sempat terpeleset dibuatnya. jalan yang cukup susah ini akhirnya membuahkan hasil.  dari bukit kita juga melihat pantai Semeti dari kejauhan.

bukit nampak semakin cantik dengan warna rumput yang kemerah-merahan. dari atas bukit ini juga kita bisa menyaksikan para peselancar beraksi di atas papan selancar.  peselancar yang beraksi melukis ombak pantai Mawi yang indah dan jernih.

13 thoughts on “Pantai Mawi, Surga bagi Peselancar

  1. Wah ternyata jejak petualangan ente dimulai dari provinsi Nusa Tenggara ya der, timur dan barat… pengen juga nginjek barat nih… nah elu tuh perlu nginjek jawa

    • yaaaaa di Lombok memang surganya pantai-pantai keren n ciamik. bahkan lombok termasuk salah satu pantai tercantik di dunia. sebetulnya tahun terakhir ini, pemda setempat mulai memperhatikan infrastrukur jalan tp belum semuanya tercakup karena terlalu banyak pantai. ya semoga suatu saat pemerintah lebih peduli lagi..kita doakan aja ya amin

  2. Pingback: Pantai Mawi: Surga Bagi Para Peselancar di Lombok - Travelmate Kamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s