Pantai Munah, hamparan Pasir Putih terhimpit batu-batu eksotis

 

pesona Pantai Tlawas

pesona Pantai Tlawas

kekaguman saya pada pantai Munah ini mulai saya mendengar suara gemuruh ombak di pantai ini. Lokasi pantai Munah yang terhimpit oleh dua bebatuan di bagian sisi kanan dan kirinya. Batu bagian Kiri adalah batu yang berbatasan dengan pantai Tlawas. sedangkan batu bagian kanan Pantai langsung berbatasan dengan Pantai Selau. Pantai yang indah dipadu dengan besarnya gelombang di Pantai munah membuat pantai ini sangat cocok untuk Lokasi Surfing. bahkan saya berani bertaruh ombak di pantai Munah jauh lebih bagus daripada tempat surfing di pantai Mawi.

 

pertanyaannya adalah kenapa para turis lebih suka ke pantai Mawi untuk surfing?. pertanyaan ini juga yang saya utarakan kepada Irwan. Irwan langsung menjawab polosnya “Kalau surfing ke sini susah mas, ke sini harus gotong-gotong papan surfing”. eh jawabnya Irwan yang polos. atau saya yang polos ya?. jangankan membawa papan surfing, bawa diri aja susah. bahkan kami bertiga harus maen plosotan untuk sampai ke pantai ini.

Memang, infrastruktur jalan ke sini belum ada yang dibangun. bahkan pantai Munah ini tersembunyi dari segala penjuru. satu-satunya jalan untuk ke pantai Munah, ya harus melewati pantai Tlawas yang pantainya penuh dengan batu-batuan terjal.  tapi semua kecapean akan terbayar saat kami bertiga tiba di Pantai Munah ini. musik-musik satu-satunya hanyalah suara Ombak yang menderu-deru.

perjalanan kami pun harus terhenti di bawah pohon di pinggir pantai Munah. kami pun berteduh sejenak dari teriknya panas matahari. meminum seteguk air tuk melepaskan dahaga. hanya Irwan yang membawa bekal minuman. “Minuman saya tidak tahu ketinggalan dimana”, kata Agus kepada kami. saya menyambung perkataan Agus, “Minuman saya saya tinggal di jok sepeda motor, saya kira perjalanan kita tak sejauh ini”, imbuh ku dengan perasaan tanpa dosa.

 

jadilah satu botol kemasan minuman diminum untuk bertiga. minum harus sedikit-sedikit karena kita masih akan melanjutkan perjalanan. “Ayo, kita lanjutkan perjalanan, tanggung kalau kita hanya berhenti sampai sini”, kata agus kepada kami berdua.  kami pun bergegas untuk melawan terik matahari di siang bolong.

sebagian hamparan pantai berpasir, sebagian hamparan berbatu

IMG_2381

Pantai Munah ini sangat khas dan unik. pantai dengan satu bagian berpasir, satu bagian yang lain lagi berbatu. bagian kiri adalah bagian yang berbatu. hamparan bebatuan itu seperti lantai rumah yang dirabat secara merata. saya pun berpikir kenapa batu-batu bisa rata seperti hasil kreasi manusia. nampaknya ini merupakan hasil kreasi dari sang punya alam. ilham itu turun kepada ombak-ombak itu. maka jadilah ombak itu sebagai makhluk tuhan yang bertugas untuk mengampelas batu-batuan hingga merata.

tiduran di sini enak neh kayaknya

tiduran di sini enak neh kayaknya

Ombak, ampelas alami, kreasi Tuhan yang Maha Sempurna.

melihat besarnya ombak itu kami semakin takjub terhadap pantai Munah ini. tentunya semakin takjub kepada pencipta ombak itu. kami bisa menyaksikan itu semua ini. mendengarkan suara gemuruh ombak. saking besarnya suara itu, kadang-kadang suara itu menakutkan. saya melihat beberapa burung beterbangan mencari ikan-ikan kecil.

kami pun terus berjalan. Agus berjalan yang terdepan. saya berjalan paling di belakang. jauh di belakang. berjalan lagi menyusuri batu-batuan terjal di sisi kirin pantai. terjal tapi indah.  kemudian kami menyaksikan batu-batu seperti besi yang karatan dengan warna kekuning-kuningan. bentuknya berpola. Kreasi Tuhan yang maha dahsyat. Agus seakan tidak mau membiarkan batu-batu  berpola indah sendiri. dia langsung berdiri di tengah-tengahnya.

“Ayo fotoin aku”, kata Agus kepada Irwan.

“memangnya siapa yang mau moto kamu”, sanggah Irwan.

muka Agus seperti menahan rasa malu dan kecewa. tak tega ku melihatnya.

“Ya sudah, saya aja yang moto”, kata ku menawarkan bantuan.

Agus tidak menyia-nyiakan itu dan langsung bergaya merentangkan tangan.

batu berkarat

batu berkarat

Antara Pantai Munah dan Pantai Selau

melihat pantai Tlawas dari Puncak Munah

melihat pantai Tlawas dari Puncak Munah

kemudian perjalanan kami lanjutkan. kami pun terus berlanjut menaiki batu-batuan terjal lagi. terjal lagi. berjalan agak menjauh dari bibir pantai agar tidak basah oleh waterboom alami. kami pun langsung disuguhi satu kolam yang cukup untuk tiga orang berdiri. di dalam kolam yang berbentuk bulat terdapat batu-batu hijau. ingin ku berendam di dalamnya. saya pun menyuruh Agus agar masuk ke dalamnya. sayang, Agus tak mau masuk ke dalam kolam itu. sehingga tidak ada di antara kami bertiga yang mandi di dalam kolam tersebut.

Antara Pantai Selau dan Munah

Antara Pantai Selau dan Munah

kami pun masih semangat melawan batu-batuan terjal ini. semangat sudah terlanjut sudah ke Pantai Tlawas.  semangat untuk menaklukkan batu-batuan terjal. semangatttt…

Kolam Munah

Kolam Munah

batu-batuan terjal kali ini benar-benar batuan terjal. sangat terjal. bahkan bisa menakutkan. kami pun terus jalan. Agus yang awalnya terdepan disalip oleh Irwan. Agus berhenti di tengah. alhamdulillah, di antara kami tidak ada yang takut akan ketinggian.  Irwan berada di paling depan, paling atas dan paling ujung. saya pun segera ingin menyusul Irwan meninggalkan Agus.

Kolam Munah lebih dekat

Kolam Munah lebih dekat

Irwan pun terhenti di puncak. hampir lagi untuk mencapai puncaknya. tapi, Irwan yang menngurungkan niatnya kemudian turun menyusul Agus. saya pun terus berlanjut ingin menaiki puncaknya. menaklukkan puncak batu-batuan Tlawas. saya pun berjalan terus menaik dengan penuh kehati-hatian. salah melangkah, terpeleset atau salah memegang batuan yang rapuh, maka batu-batu lah yang akan menangkapnya kemudian dilempar ke dalam lautan yang belum tahu kedalamannya.

selonjoran Kolam Munah. asik ne kayaknya

selonjoran Kolam Munah. asik ne kayaknya

“tunggu saya sebentar, saya ingin ke atas puncak”, kataku pada mereka berdua. tak terdengar suara mereka. persetujuan mereka terlihat dari anggukan kepala mereka. saya pun terus ingin sampai puncak sambil mengingat kata-kata itu “terlanjur kita sudah ke sini”. puncak itu berada di depan mata. sebentar lagi akan berada dalam genggaman saya.

Melihat pantai Selau dari puncak Munah

Melihat pantai Selau dari puncak Munah

akhirnya, saya pun dengan bebas bisa berjingkrak-jingkrak di atas bebatuan terjal ini. dari puncak Munah inilah, saya bisa menyaksikan semua keindahan-keindahan alamnya. tiga pesona dalam satu genggaman. menoleh ke kanan, Pantai  Munah dengan pasir putihnya dan Pantai Tlawas dengan batu-batuan yang eksotis dipadu dengan birunya air laut. menoleh ke kiri, keindahan pantai Selau yang memamirkan keindahan pantai dan birunya air laut.

tidak selang berapa lama, Irwan menyusul saya ke puncak kemudian Agus pun juga ikut-ikutan ke puncak. dari puncak ini, kami bertiga bisa bernarsis ria secara bergantian dan siap-siap berpisah di puncak Munah ini. di sekitar Pantai Selau ini, ada beberapa rumah penduduk. tak banyak tapi ada. setidaknya di Selau lah kehidupan itu ada.

pantai Selau dilhat dari Munah

pantai Selau dilhat dari Munah

kami bertiga memutuskan untuk menyudahi perjalanan kali ini. mungkin suatu saat nanti kami bisa menaklukkan indahnya pantai Selau itu. Panasnya matahari dan lelahnya perjalanan ini semakin menambah rasa lapar kami bertiga.

saya pun tak sanggup seandainya harus berjalan membelah bukit, menaklukkan batuan terjal menuju pantai Selau. Air Minum itu walau sedikit, setidaknya untuk menghilangkan rasa haus.

kami pun meninggalkan kenangan masing-masing. kenangan kamera tersiram ombak. kenangan kaki luka dan berdarah. Irwan pun mendapat kenangan tergores betis kakinya. sampai jumpa di petualangan kami selanjutnya

17 thoughts on “Pantai Munah, hamparan Pasir Putih terhimpit batu-batu eksotis

  1. ketawa aku baca kalimat ini :

    “Ayo fotoin aku”, kata Agus kepada Irwan.

    “memangnya siapa yang mau moto kamu”, sanggah Irwan.

    muka Agus seperti menahan rasa malu dan kecewa. tak tega ku melihatnya.

    “Ya sudah, saya aja yang moto”, kata ku menawarkan bantuan.

    Agus tidak menyia-nyiakan itu dan langsung bergaya merentangkan tangan.

  2. keliatannya jarang ada org ya kesana karna akses jalannya itu huft padahal pantainya keren bgt dengan ombak yg besar emang cocok utk surfing. perjalanan kesana bagaimana mas?

    • yaaa betul sekali pak. masih bahkan sangat jarang orang berwisata ke sini. ibarat gadis, pantainya masih perawan. Ombaknya besar karena berada di pesisir selatan lombok yang langsung langsung berbatasan dengan samudra hindia. kawasan ini termasuk kawasan teluk sehingga. karena belum ada acces langsung ke pantai Munah, maka untuk tiba di tempat ini harus melalui batu-batu terjal khas pantai Tlawas bahkan kita harus maen plosotan segala.

    • tak ada transportasi umum menuju pantai Munah. satu-satunya jalan menuju kesana adalah sewa mobil atau naik motor. saya sarankan lebih baik naik motor. lokasi pantai Munah berada di Lombok tengah. berdekatan dengan Pantai Semeti dan Pantai Mawi. untuk menuju pantai ini harus melewati pantai Tlawas yang berbatu.

  3. Pingback: Penjual Kelapa Muda di Pantai Batu Payung | CATATAN CADERABDUL PACKER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s