Parade Budaya di Acara Festival Keraton

Tarian Gendang Belek

Tarian Gendang Belek

saat saya mendengar bahwa Mataram akan mengadakan Festival Keraton dan Masyarakat Adat  (FMKA) se Asia Tenggara II, saya jadi bertanya bukankah di Mataram tidak ada keraton, tidak ada kerajaan di pulau Lombok ini.

Irwan bergaya di Depan Pendopo Walikota Mataram

Irwan bergaya di Depan Pendopo Walikota Mataram

tapi inilah keunikan Lombok, kepercayaan yang diberikan begitu besar untuk mensukseskan acara ini. mungkin kita juga perlu melihat sejarah bahwa di pulau lombok ini pernah ada empat kerajaan utama saling bersaudara Kerajaan Bayan di Barat, kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, Kerajaan Pejanggik di Selatan.  atas dasar kerajaan-kerajaan itu lah FMKA ini  diselenggarakan di Lombok.

Kesepuhan Cirebon keluar dari Pendopo Walikota

Kesepuhan Cirebon keluar dari Pendopo Walikota

Awan putih menyelimutu langit-langit di lombok. tak terkecuali di Lapangan Sangkareang, tempat FMKA ini. langit seakan menumpah berkahnya pada saat acara FMKA ini. panggung sudah berdiri megah. tak ada penghuni, tak ada pertunjukan. hanya backdrop.

Panggung di Lapangan Sangkareang

Panggung di Lapangan Sangkareang

Panggung yang megah ini dikelilingi Stan-stan berwarna putih yang sudah berjajar rapi. Lapangan Sangkareang berubah laksana sebuah bangunan kerajaan lengkap dengan bangunan kecil

Kontingen Keraton Kesepuhan Cirebon

Kontingen Keraton Kesepuhan Cirebon

ku cari seorang raja pun tak mau muncul. Irwan, teman ku langsung mendekati ku berdiri seorang diri di tengah. ku lihat beberapa kontingen dari “Kirab Agung Keraton Kesepuhan Cirebon”.

Puri Agung Denpasar

Puri Agung Denpasar

Irwan pun mengajakku untuk mencari sang Raja-raja Nusantara. tak perlu datang ke berbagai penjuru untuk bertemu para Raja Nusantara. cukup di acara ini. tak kurang 80 delegasi yang hadir di acara ini.

Barong,

Barong

Kecapean

Kecapean

kami berjalan ke kerumunan orang-orang itu. ku lihat beberapa kontingen layaknya pendekar jaman majapahit. bersarung putih, bersabuk merah muda dengan penutup kepala berwarna merah.

ototnya

Tari apa yach

otot-otot mereka keluar. dada mereka diikatkan tali yang saling menyilang. Badan mereka menunjukkan kegempalan tubuhnya. Tangan mereka memegang sebilah pedang yang siap menumpaskan sang musuh.

Persiapan

Persiapan

Pendopo walikota pun berhias. dua bangunan seperti tiang raksasa itu dibangun pas didepan rumah pendopo walikota. tidak beberapa beberapa kontingen itu keluar rumah pendopo walikota. ku kontingen cirebon yang keluar.

neh ototku

neh ototku

beberapa penonton sudah siap menyambut kedatangan mereka. jalan raya itu berubah seketika laksana hiburan jalanan di negeri-negeri Eropa.  Jalan raya itu berubah panggung pementasan budaya dari Seluruh Nusantara.

Walikota bersama para delegasi

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh bersama para delegasi

Delegasi Kerajaan

Delegasi Kerajaan  Ratu Selangor , Malaysia, YM Bonda Ratu Tan Sri Saripah Murliani dan jajarannya

Para Raja dari berbagai penjuru Nusantara itu duduk rapi di sepanjang Trotoar lapangan Sangkareang. para Raja, Sultan dan Pemangku Adat  itu dilengkapi dengan baju kebesarannya masing-masing.

Delegasi Kerajaan

Delegasi Kerajaan

Tak ada ada petunjuk di depan Raja itu. hanya baju kebesaran yang menjadi petunjuk dari mana mereka. setiap kerajaan mendapat jatah empat kursi berjajar ke belakang. lalu dari mana tau asal raja-raja itu.

Delegasi Kerajaan

Delegasi Kerajaan

urutan kerajaan mulai dari kiri ke kanan adalah kerajaan Sabang sampai Merauke, kata salah satu panitia. bahkan raja Slangor, Malaysia juga turut hadir di acara ini. saya melihat Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh juga duduk bersama para delegasi kerajaan.

Suasana di depan lapangan Sangkareang

Suasana di depan lapangan Sangkareang

Langit semakin gelap tanda akan segera turun hujan. pohon-pohon menghembuskan angin-angin menambah sejuk panggung aksi. kerumunan warga makin memenuhi  arena festival. Beberapa kontingen keluar dari berbagai penjuru, dari Hotel Santika,  dari Pendopo Walikota, dari kantor Walikota.

kontingen “Kirab Agung Keraton Kesepuhan Cirebon”, kemudian disusul  kontingen “Puri Agung Denpasar”, lengkap dengan Barongnya. beberapa warga yang melihat itu langsung ingin foto bersama para barong itu.  kemudian muncul kontingen yang lain. tak ada petunjuk dari daerah mana kontingen ini. ini lah para pendekar. para pendekar-pendekar berbadan tegap. pendekar ini yang ku liat tadi.

Tarian

Tarian

ku dekati salah satu dari mereka. ku dekatkan mulutku ke telinganya. dari kontingen mana ini?, kataku. oh kami dari “Budaya Adat Sasak”.

ku liat langit makin gelap, suasana makin terasa lebih sore dari biasanya. beberapa petugas langsung menghidupkan beberapa lampu penerangan jalan. benar-benar seperti pertunjukan jalanan.

Suasana di depan lapangan Sangkareang

Suasana di depan lapangan Sangkareang

beberapa warga semakin antusias untuk menonton pertunjukan ini. lama-kelamaan arena panggung berubah menjadi kerumunan orang-orang yang melihat. beberapa petugas menyuruh kami meminggir. “tak boleh menghalangi delegasi-delegasi kerajaan, tak boleh menempati arena atraksi”, kata petugas itu sambil mengusir-ngusir kami agar keluar.

“mohon kepada para wartawan agar tak menghalangi para Delegasi, silahkan duduk. saya dan kawan-kawan saya yang terlanjur di tengah arena langsung duduk bersimpuh di jalan raya itu.

Tarian Gendang Belek

Tarian Gendang Belek

Iringan-iringan keluar satu persatu. Para penari Gendeng Belek berjalan keluar menuju panggung. semua mata tertuju padanya. beberapa raja langsung menyaksikan tarian Gendeng Belek yang begitu dahsyat. baru kali ini, saya bisa menyaksikan tarian lombok ini secara langsung bersama dengan para delegasi Para Raja Nusantara dan Asean.

Mendung itu bukan untuk menhujani kami tapi untuk menaungi kami dari kepanasan. menjadikan atap-atap raksasa. menambah suasana lebih romantis dan aktraktif. menambah suasana pertunjukan lebih hidup.

Tarian Massal gendang Belek

Tarian Massal gendang Belek

Tarian Massal Gendeng Belek dipadu Tarian Kemos Mandalika. mendung itu menjadi berkah untuk pertunjukan ini. lampu-lampunya. mendung pun seakan tak mau beranjak dari lokasi Festival keraton, termasuk saya. di tengah asiknya pertunjukkan itu, saya terpaksa harus keluar. meninggalkan riuhnya penonton. meninggalkan para Raja menyaksikan parade budaya. selamat tinggal.  Irwan tak tahu entah dimana. kami bertemu terus jalan bersama trus berpisah.

16 thoughts on “Parade Budaya di Acara Festival Keraton

  1. wah foto2nya keren mas..
    o ya mas,, adakah foto2 dari kontingen kerajaan jambu lipo sumbar, waktu parade budaya ? yang ada tarian harimaunya ?
    kalau ada bisa kami memintanya ?? untuk dipubliskasikan di media online kerajaan jambu lipo, nanti akan kami cantumkan nama fotografernya, ,.. terima kasih, mas..

    • saya kurang tahu mas dari kerajaan mana saja termasuk Kerajaan jambu lipo..karena di setiap meja kontingennya, tidak ada dari kerajaan mana atau kontingen mana. saya ada beberapa foto perwakilan raja-rajanya mungkin ada atau juga tidak…berharap sih ada.. amin. ditunggu yaaa

    • yaaaa mas mataram tidak punya kerajaan lagi. yang ada hanya bekas-bekas kerajaan. yaaa yang beginian harus sering diselenggarakan. semoga 5 tahun lagi bisa diselenggarakan di Solo atau jogja atau kerajaan lain di Indonesia. yaaa Kerajaan selangor juga datang mas.

  2. Wah komentarku yang pertama gak masuk rupanya…. Itu yang keker-keker kayaknya sewa orang-orang dari gym ya der, badannya kayak kingkong semua hahhaha… Acara begini emang harusnya rutin di gelar dengan ritual yang masih orisinil jadi bener2 ditunggu wisatawan

    • yaaaaa tuh paling komentarnya mas beki rada sara tuh makanya ngak mau masuk haha…atau ngambek,..he…..bukan dari GYM mas bek..mereka diambil dari tukang batu. kalo tukang batu kan badannya keren2 toh ahhaa…ada2 saja mas bek ini. yaaaa ne yang beginian harus sering mas bek, itung-itung nyari n nambah wisatawan plus mempertahankan tradisi

  3. yg saya herankan kenapa para tokoh adat lombok semuanya tak tau di mana letak kerajaan pejanggik…padahal kerajaan itu terbesar di lombok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s