Kunjungi Musium Angkut Ibarat Jelahi berbagai Negara

Seketika saya tertegun pada sebuah hall berbagai koleksi di Musium Angkut. hahhh… bukankah ini mobil-mobil kelas wahid yang sangat bagus pada jamannya. Mobil bekas Presiden RI pertama, Soekarno, yakni seri Chrysler Winsor Deluxe produksi 1952 mobil ini berjejer rapi di musium. Mobil yang merupakan salah satu angkutan modern bersanding dengan kereta-kereta kerajaan jawa kuno. akh sungguh kombinasi yang unik. di ruangan hall ini ini juga dipenuhi berbagai koleksi cikal bakal Harley Davidson.

sebagian koleksi musium angkut dari ratusan koleksi mobil

sebagian koleksi musium angkut dari ratusan koleksi mobil

Musium jarang masuk daftar wisata yang harus dikunjungi oleh setiap insan traveller. Musium dilupakan dan dianaktirikan. Musium-musium di Indonesia sebagian besar dikelola oleh pemerintah yang acuh terhadap musium. Coba liatlah musium-musium di seluruh Indonesia, kesannya pasti: kotor dan tak terawat. Kalau mau dicari alasannya lagi pasti jawabannya karena anggarannya tak ada. Kenapa ngak ada anggaran?. Karena biaya masuknya murah. Kenapa murah?. Karena musiumnya tak menarik. Kenapa tak menarik?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini lah yang selalu berputar-putar. Bulet dan tak pernah ada solusi. Kiasan ini ibarat telur dan ayam. Mana yang lebih dulu telur atau ayam?

Semua alasan-alasam dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang coba dibalik di Musium Angkut. Musium yang berada di lereng Gunung Panderman, komplek kawasan wisata batu, Malang. Musium Angkut berada di bawah Jatim park group bersama dengan Jatim park 1 dan 2, Musium Satwa, Batu Secret Zoo, Batu Night Spectacular, Eco Green Park dan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Semuanya berada di kawasan Kota Wisata Batu Malang kec WBL yang berada di Lamongan.

Antri Tiket Musium

Antri Tiket Musium

Musium angkut mencoba menjadikan sebuah wahana musium yang mengasikkan dan unik. Bahkan musium angkut merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Bangunan ditata dan didesain sedemikian rupa untuk menggaet para pengujung. Sebuah konsep dibangun agar para pengunjung merasa nyaman dan tak cepat bosan saat mengunjungi musium. Dalam suatu komplek Musium Angkut terbagi dalam dua kawasan. Kawasan pasar apung dan Musium angkut itu sendiri.

Komplek kawasan musium ini dibangun di areal lahan seluas 3.7 hektar dengan arsitektur yang cukup unik dan menarik. Musium ini dibuka soft launchingnya sejak tanggal 9 Maret 2014 dan saya datang kurang lebih dua bulan setelahnya. Tepatnya pada tanggal 27 mei 2014. Keunikan musium angkut terlihat saat saya pertama kali datang ke musium ini. Sebelum memasuki areal kawasan musium, saya disambut replika jet tempur di sisi kiri pintu gerbangnya. Di sisi kanannya tertulis “Pasar Apung”.

The Beatles

The Beatles

Berada di kawasan pasar apung, anda akan diajak menjelajahi nusantara, mengunjungi kawasan pasar apung kalimantan dengan bangunan khasnya atau mencoba mencicipi jajanan kulinernya. Di kawasan pasar apung ini ada beberapa rumah-rumah adat seperti rumah adat kalimantan, rumah adat lombok dan rumah adat papua. Untuk mengunjungi rumah-rumah adat tersebut, kita harus menyeberangi jembatan-jembatan kayu yang didesain dengan cukup unik. Atau kita bisa mengelilingi sudut-sudut rumah apung dengan menyusuri sungai-sungai dengan menggunakan perahu kecil dengan tarif sewa sebesar Rp10.000,00.

Di kawasan pasar apung, anda bisa mencicipi jajanan nusantara mulai dari masakan khas betawi, madura, jawa, kalimantan, atau cina dengan restoran cheng ho. Kawasan pasar apung selain menyajikan jajanan kuliner, juga menyediakan layaknya sebuah toko yang menjual berbagai pernik dan keunikan. Saya takjub dengan konsep wisata pasar apung ini. Sebuah konsep wisata yang dipadu dengan khas-khas kedaerahan. Saya angkot untuk jatim park group.

Sedikit terpuaskan dengan sajian apperticer “pasar apung”. Saya siap untuk menyantap menu utama yaitu Musium Angkut. Saat hendak mau ngantri tiket, saya sudah dibuat kaget. barisan orang-orang yang sedang mengantri mengular seperti ular. Berpanas-panas ria demi sebuah tiket musium. begitu antusiasnya orang-orang ini antri dan berpanas-panas ria hanya untuk sebuah tiket yang bernama musium angkut itu. Terlihat beberapa pengunjung yang antri mengelap peluh yang bercucuran.

Going To Eurupe

Going To Eurupe

Bukannya langsung mundur teratur, Saya malah ikut berantri ria berjubel dengan pengunjung yang lain. Dalam hati saya berpikir baru kali ini saya rela antri hanya untuk sebuah tiket musium. Saya harus merogoh kocek dalam-dalam sebesar 75.000. maklum saya datang saat liburan. Untuk hari jumat-minggu, Harga tiketnya Rp75.000,00 termasuk movie star studio. Senin-kamis @50.000,00. Itu pun belum termasuk tiket terusan musium topeng. Kalau terusan tinggal tambah Rp10.000,00

Semua pengunjung berjubel ingin memasuki zona pertama. Sebuah hall besar yang memajang berbagai angkutan yang bernilai sejarah sejak awal mula perkembangan angkutan. Sebut saja dokar atau kereta kuda yang digunakan pada masa-masa raja-raja di jawa, anda bisa jumpai di sini. Anda juga bisa mempelajari tentang sejarah perkembangan sepeda berpedal pada awal abad 18an di jerman oleh Karl Von Drais hingga sepeda bermesin pada awal abad 19an seperti velosolex dan kaptein. Di sini anda juga menyaksikan awal mula pengembangan harley davidson.

Di zona kedua, anda bisa melihat tentang sejarah perkembangan transportasi dunia. Di zona kedua ini dikenal juga zona edukasi. Di sini anda bisa belajar tentang perkembangan transportasi di dunia mulai dari becak hingga kereta api. Di zona edukasi, anda bisa langsung bertanya kepada sang genius einstein. Di sini anda juga bisa belajar tentang model-model kapal-kapal canggih pada jamannya seperti Kapal Majapahit, Kapal Borobudur, bahkan titanik. Replika dari berbagai jenis kapal tersebut tersedia di sini.

Nongkrong di Gengster Street

Nongkrong di Gengster Street

Ada sebuah mobil yang cukup menyita perhatian pengunjung termasuk saya. Wah ini bukannya mobil listrik Dahlan Iskan yang menabrak tebing. akh paling ini hanya replika, akh masak ini mobil listrik, batinku. Rasa penasaranku terjawab setelah seorang petugas musium menjelaskan bahwa mobil yang ringsek ini bener-bener asli mobil listrik yang membuat heboh indonesia. Tak lupa saya menjepretkan beberapa jepretan dari berbagai sudut. Terdengar bisikan-bisikan dan omongan pengunjung “wah ini mobil listrik pak dahlan”. “Ya ini mobil listriknya pak dahlan”. Beberapa pengunjung mendekatinya kemudian memegang beberapa bagian yang ringsek tersebut. Saya pun ikut-ikutan memegangnya.

Zona yang ketiga adalah kawasan Batavia, Pecinan, dan Sunda Kelapa. Jika sebelumnya berada di kawasan indoor, maka kawasan Pecinan ini ada berada di Outdoor. Yang cukup menonjol dari kawasan ini adalah Stasiun Jakarta Kota. Dari atas terlihat beberapa pengunjung memenuhi kawasan ini. Semua sibuk bernarsis ria, bertongsis ria dengan tongkat ajaibnya. Yang tua yang muda. Rasa-rasanya semua pengunjung datang ke musium ini bukan untuk tujuan mempelajari sejarahnya atau setidaknya merasakan aura sejarahnya tapi lebih kepada “bernarsis ria”.

Kawasan Gengster Street

Kawasan Gengster Street

Di akhir ujung kawasan pecinan ini, ada sebuah gubuk sederhana “warung sepeda antik”. Sederhana bangunannya, sederhana koleksinya. Perabotannya layaknya perabotan-perabotan di desa seperti kendi dan lampu-lampu minyak yang biasanya digunakan untuk menerangi ruangan di rumah saat menjelan. Koleksinya pun sederhana. Hanya sepeda dan rokok. Justru dari kesederhanaan koleksinya yang membuat saya terperanjat. Akh masak sama koleksi sepeda aja kaget bro. plis sabar bro. jangan tuduh saya lebay. Bagaimana saya tidak heran melihat sebuah sepeda onthel yang fungsinya layaknya pemadam kebakaran. Bentuknya unik dan saya baru tahu di tempat ini saja.

“Sepeda Onthel Pemadam Kebakaran” namanya sesuai dengan fungsinya. Birmingan Small Army (BSA) yang terkenal dengan produk motornya menawarkan sepeda onthel ini. Auxiliary fire Service (AFS) di inggris menggunakan sepeda ini pada tahun 1900an. Frame dari sepeda pemadam kebakaran didesain untuk membawa selang, sirine dan sebuah kapak. Saya masih bertanya-tanya. Bagaimana seandainya kebakaran benar benar terjadi. Lalu seberapa efektifkah sepeda ini untuk memadamkan api yang berkobar?. Sebuah koleksi yang unik sekaligus menggelikan.

Ini zona selanjutnya. Sebuah ruangan hall indoor yang ruangannya dipenuhi berbagai jenis koleksi mobil dari berbagai produsen seperti Chevrolet, Crhysler Valiant Regal, Fort, Volvo, Plymouth, Holden Special, Dodge Lancer. Mobil-mobil antik ini rata-rata diproduksi tahun 1956 hingga 1973. Di zona ini, juga terdapat japanese corner dengan produsen-produsen jepang seperti honda dan Toyota. Suara riuh rendah pengunjung memenuhi ruangan. Berpose dengan berbagai koleksi mobil-mobil antik.

Di kawasan japanese corner inilah, saya bertegur sapa dengan salah satu pemandu, Yudha Anggara. Dari Yudha lah saya tahu bahwa di musium ada sekitar ratusan koleksi mobil. Dan itu semuanya asli dan bisa dipakai. Saya memang menyangka bahwa mungkin mobil-mobil ini hanyalah replika saja. Bukan mas, katanya. “Mobil ini asli semua dan semuanya masih bisa dipakai layaknya mobil. Setiap dua minggu sekali mobil-mobil itu dipanaskan. Dan saya bertanggung jawab untuk merawat mobil mobil itu. Kadang-kadang mobil ini juga dipakai keluar,” imbuhnya lagi. Saya hanya menggangguk atas penjelasan-penjelasan mas yudha.

salah satu Mobil Koleksi unik yang terbuat dari Kayu

salah satu Mobil Koleksi unik yang terbuat dari Kayu

Sepeda pemadam kebakaran di kerajaan Inggris

Sepeda pemadam kebakaran di kerajaan Inggris

Mobil Listrik Tucuxi - Dahlan Iskan

Mobil Listrik Tucuxi – Dahlan Iskan

Harusnya tuh mas, pengunjung-pengunjung tidak boleh menyentuh mobil-mobil itu apalagi sampai membuka-buka pintunya. Kebetulan saat yudha menjelaskan kepada saya, ada beberapa pengunjung yang membuka-buka pintu mobil sekedar untuk bernarsis ria. Sebelum saya pergi ke zona amerika, saya pun sempat bertukar nomor handphone.

Di kawasan amerika ini, arsitektur dan bangunan-bangunanya bergaya amerika sebut saja seperti kawasan Gangster Town menampilkan gangster tersohor Al Capone dan Broadway street. Zona selanjutnya adalah Benua eropa, negara raksasa otomotif dunia lengkap dengan latarnya. Misalnya di Italy, anda akan bertemu Fiat dan Vespanya. Di Perancis, anda akan melihat menara eiffel serta romantisme suasana ruangan.

Di Jerman, anda akan menemukan suasana parkir pemukiman penduduk asli yang dipenuhi produk Mercedes, Volkwagen, dan motor besar legenda Berliner Mauer berlatarkan tembok berlin “Berliner Mauer 1961-1989”. Di Inggris, Mobil-mobil Austin Seven berlatar bangunan bersejarah dan suasana khas london akan disajikan dengan begitu apik. Sajian terakhir dari Inggris adalah Buckingham Palace lengkap dengan taman bunga yang berada di halaman gedung. Bangunan Buckingham inilah yang terlihat begitu mencolok jika dilhat dari kawasan pasar apung. Di halaman penuh dengan orang-orang yang ingin berfoto berlatar Buckingham Palace.

Interior Buckingham Palace yang didesain begitu apik dengan langit-langit yang begitu khas.interiornya dipasang raja-raja inggris yang ada sejak pertama kali hingga pangeran terakhir william dengan nyonya kate Maddleton. Di kawasan Buckingham Palace, kita bisa melihatkan koleksi-koleksi mobil seperti Roll Royce 1976, Bentley 1957. Selain itu, anda bisa menyaksikan bus tingkat “Bis Bus Tours”. Uniknya, di Buckingham Palace kita juga bisa menaiki kereta.

Zona yang terakhir adalah Nuansa Kota Las vegas dan Hollywood lengkap dengan mobil Limousine dan patung Liberty yang berada di lorong-lorong jalan. Di kawasan ini juga, seorang Tokoh Film Hulk sedang menginjak mobil-mobil hingga ringsak. Ini alah akhir sebuah perjalanan menyusuri musium angkut. Keluar melewati sebuah lorong kereta menuju ke kawasan Pasar Apung Nusantara.

Bunga-bunga di depan Buckingham Palace

Bunga-bunga di depan Buckingham Palace

Buckingham Palace

Buckingham Palace

Going To Europe

Berliner Mauer 1961 – 1989

 

22 thoughts on “Kunjungi Musium Angkut Ibarat Jelahi berbagai Negara

  1. Wuii .. itu mobil dari kayunya keren banget mas🙂 .. Gambarnya cakep cakep, kalau Haus am Checkpoint Charlie pernah aku kunjungi langsung mas di Berlin, keren juga😀

  2. Wah museumnya asli cantik banget. Begini nih harusnya museum-museum kita. Mending diserahkan ke swasta aja, dari pada peninggalan bersejarah tak ternilai harganya hanya jadi pajangan tanpa makna. Dulu saya udah pernah dari Museum Satwa, sangat menyenangkan utk dikunjungi.

  3. Keren banget…. tapi tiket masuknya mahal amat jadi Rp. 70.000 kalau bawa Kamera ( kata teman saya )…. hebat juga koleksi mobil mereka serta patung-patung lilinnya membuat kita merasa tak berada di indonesia…
    Mampir juga di blog saya ya east-indonesia.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s