Lebaran Ketupat “Pray For Gaza”

Lebaran Ketupat adalah salah satu puncak perayaan sekaligus puncak ziarah di Lombok. Puncak Perayaan diwujudkan dengan membangun panggung-panggung hiburan di pesisir-pesisir pantai. Pantai-pantai disulap menjadi panggung-panggung hiburan. Para tokoh agama, tokoh adat hingga artis lokal ataupun nasional akan hadir pada puncak perayaan ini. Pemerintah daerah terlibat memfasilitasi puncak perayaan lebaran ketupat ini. Pimpinan Instansi Pemerintah Daerah tertinggi hingga terendah akan datang pada puncak perayaan ini. Bupati/walikota hingga Satpol PP ikut menyemarakkan perayaan ini.

Lebaran Ketupat juga sebagai puncak ziarah, orang-orang dari luar kabupaten akan datang berduyun-duyun mencari makam-makam keramat orang-orang sholeh. Lebaran ketupat biasanya diselenggarakan setelah 6 hari puasa syawal. Semakin keramat makamnya, semakin ramai kuburan orang-orang sholeh salah satunya adalah Makam Syech Gauz Abdurrazaq yang terletak di Makam Loang Baloq.

Pray For Gaza

Pray For Gaza

Pada tahun 2014, perayaan-perayaan lebaran ketupat di adakan di beberapa tempat sekaligus. Di Mataram, perayaan diadakan di pantai Loang Baloq dan Pantai Kuranji. Di Lombok Barat, Awalnya, perayaan lebaran topat hanya di pantai Senggigi saja. Mulai tahun ini, Perayaan lebaran topat di Lombok Barat diadakan menjadi dua lokasi yaitu di Pantai Senggigi dan Pantai Cemara, Gerung. Jaraknya yang berjauhan dan berbeda lokasi sangat efektif untuk mengurangi puncak kemacetan. Di Lombok Tengah, perayaan lebaran ketupat diadakan di pesisir selatan lombok. Lebaran Ketupat, Pantai menjadi pusat dan menjadi puncak perayaan itu sendiri.

Pada saat puncak perayaan, maka jalan-jalan menjadi macet dan penuh. Orang-orang akan datang berduyun-duyun. Tidak hanya dari daerah sekitar tapi juga dari kabupaten lain. Jalanan penuh sesak dan sumpek. Jarak tempuh yang biasanya 20 menit menjadi berkali-kali lipat. Polantas pun akan bekerja lebih keras lagi untuk mengatur lalu lintas. Jalan-jalan dipenuhi seragam polantas. Bahkan, untuk memantau titik kemacetan di simpul-simpul keruwetan, Polisi mengerahkan helikopter untuk ikut memantau lalu lintas. Helikopter itu juga terlihat melintas dan memutar rendah di atas langit pantai Loang Baloq pada perayaan lebaran topat tahun 2014 ini.

Mengerubungi ketupat

Mengerubungi ketupat

Lebaran Topat tahun ini bertepatan dengan hari senin tanggal 4 Agustus 2014. Saya tiba di Lombok sehari sebelumnya, hari minggu 3 agutus 2014. saya bisa merasakan kemeriahan lebaran topat tahun ini. merasakan dentuman musiknya memecah gendang telinga. Loang Baloq menjadi tujuan saya karena Loang Baloq adalah jarak yang terdekat dengan kos saya yaitu sekitar 300 meter saja. saya terpaksa menghilang dari acara halal bihalal kantor yang tak ada acara. Kegiatan di kantor hanya seperti ini : Para pejabat struktural duduk rapi di lobby kantor-sekaligus tempat lokasi absensi finger-print-menunggu pegawai yang datang untuk kemudian saling bersalaman. Hanya itu saja, salam-salaman, tak ada kumpul-kumpul yang ada hanya sidak.

Langit pagi itu sangat cerah, awan pun tak mau menghalangi sang sinar. Begitu jua hatiku yang cerah. Cerah hatiku ingin melihat rangkaian acara lebaran topat di Loang Baloq. Tahun lalu, saya tak berkesempatan menyaksikan kemeriahan itu. Tahun ini, saya akan merasakan aura kemeriahan itu. Kemeriahan perayaan hari itu membuat saya terlupa saya masuk kerja.

Sayang, saya ketinggalan beberapa perlombaan sebelum acara itu yaitu lomba adu bikin ketupat, lomba bedug, lomba sajian ketupat, lomba mengejar bebek. “sayang mas, coba mas datang lebih dulu, bisa lihat berbagai perlombaan, kata seorang yang memperkenalkan diri sebagai juara 1 lomba mengejar bebek. Dari berbagai jenis perlombaan itu, lomba ngejar bebek yang terseru. Caranya: beberapa bebek yang akan dilombakan dibawa ke tengah laut menggunakan perahu kemudian peserta lomba mengejar bebek yang berada di tengah laut itu dengan cara berenang dari pesisir pantai. Yang paling cepat menangkap bebek adalah juaranya. Hadiahnya adalah uang tunai senilai Rp500.000,00 plus seekor bebek yang berhasil ditangkap.

sesajian di salah satu berugak

sesajian di salah satu berugak

Sekilas tentang Loang Baloq begitu sangat berbeda hari ini. Pantai ini langsung berbatasan dengan taman Loang Baloq. Loang Baloq menjadi muaranya kali unus dimana segala jenis sampah kota akan berakhir di sini. Sampah-sampah itu semakin jelas saat melintasi jembatan bambu penghubung dua dusun: Loang Baloq dan Bangsal. Terlihat orang-orang melintas di atas jembatas bambu yang hendak ambruk. Penuh, sesak dan saling berpapasan. Lalu lintas jembatan bambu pun macet. Jembatan bambu itu seakan mau ambruk tak kuat menahan beban manusia yang menjumpalinya. Beberapa orang terpaksa harus turun ke sungai berpasir yang berselimutkan sampah-sampah kota.

Di balik pasir-pasir hitam eksotis tersempil bekas-bekas sampah. Sampah manusia hingga rumah tangga. Mulai dari baju hingga sempak. Sampah-sampah itu tersembunyi di tumpukan pasir hitam. Tumpukan pasir berbalut sampah plastik dan baju. Di atas pasir-pasir itu hitam penuh berdiri tenda-tenda memenuhi pantai. Tenda yang paling besar adalah tenda BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang menghadap ke laut. Di samping tenda BNPB, terlihat empat pemuda yang mengawasi bebek-bebek yang kakinya terikat. Bebek-bebek itu tak bisa berjalan layaknya bebek. Dia hanya meringkuk di atas pasir yang sesekali merangkak. Itulah para empat pemenang lomba kejar bebek bersama mangsa-mangsanya.

para pemburu bebek

wajah-wajah para pemburu bebek

Taman Loang Baloq memiliki taman air yang merupakan miniatur pulau lombok. Taman air ini dikelilingi oleh 3 berugak sekenam berukuran besar dan 5 berukuran kecil. Kaki-kakinya menjuntai ke dasar air. Dua berugak kecil di antaranya yang langsung berbatasan dengan pantai Loang Baloq. Dua berugak itu sekarang sudah dipenuhi berbagai kreasi ketupat dari berbagai dinas pemerintah daerah.

Lautan manusia dari berbagai daerah sudah memenuhi pantai Loang Baloq. Inilah pesta tahunan yang digelar secara rutin. Saat walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beserta jajarannya datang, warga semakin membludak. Pantai berpasir hitam eksotis itu dipenuhi lautan manusia. Mereka disambut dengan dentuman bedug dan lengkingan suara shalawat yang menggelegar memecah udara panas kering pesisir pantai Loang Baloq.

Rombongan duduk bersila di atas pasir yang dilapisi karpet. Acara hendak dimulai. Golongan tokoh agama yang berjumlah enam mengambil tempat bersila menghadap sang walikota dan jajarannya. Mereka Saling berhadap-hadapan. Lantunan puji-pujian dipanjatkan, shalawat pun diperdengarkan. Langit Loang Baloq menjadi tenang di tengah teriknya di siang yang gantang ini. puji-pujian dan shalawat dengan backsound bedug yang menggelegar. Acara terus berlanjut hingga doa dipanjatkan.

Penyerahan hadiah oleh walikota H. Ahyar Abduh kepada pemenang lomba buru bebek

Penyerahan hadiah oleh walikota H. Ahyar Abduh kepada pemenang lomba buru bebek

Acara pesta lebaran ketupat ini juga dimeriahkan oleh tumpukan ketupat yang disusun sedemikian rupa. Bentuknya kerucut seperti tumpeng. Tumpeng tersusun dari Ketupat, Lepet dan berbagai jenis buah-buahan. Ketupat dijadikan sebagai pondasi tumbeng dengan lepet sebagai tiangnya. Buah apel hijau, jeruk dan salak disusun berurutan mengisi bagian tengah tumpeng. Tumpeng itu ditutup kain berbentuk rumbai-rumbai. Nanas disusun vertikal dengan mahkota nanas yang berkahkotakan apel merah impor. jadilah tumpeng ketupat yang utuh. Dua buah besan moral menggantung pada leher Tumpeng. Tulisan “Pray For Gaza” dengan latar bendera palestina yang dicetak kuarto putih.

Inilah pesan perayaan lebaran ketupat tahun ini. perayaan ketupat sebagai sarana untuk membawa pesan perdamaian dunia “Pray For Gaza”. Perayaan ketupat tahun ini memang berbarengan agresi militer israel terhadap palestina. Korban-korban sipil berjatuhan, kebanyakan anak-anak dan wanita. Banyak negara-negara dunia, instansi, umat manusia yang mengecam agresi militer yang membabi buta di saat umat islam sedang melaksanakan puasa. Salah satu bentuk kecaman itu adalah tulisan “Pray for Gaza”.

Di pesisir pantai angin panas berhembus kencang. Beberapa jajaran pejabat daerah duduk rapi. Acara akan masih dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dilanjutkan dengan tarian-tarian anak-anak wanita sasak yang indah gemulai. Tubuhnya meliuk-meliuk memperlihatkan keindahan tarian khas sasak. Saya merekam dan membidik tarian-tarian itu. Para penari dibungkus baju berwarna merah muda seragam dengan kerudung putih yang membungkus kepalanya dengan kopiah khas turki berwarna merah cerah.

suasana lebaran topat

suasana lebaran topat

Tarian

Tarian

Langit semakin cerah. Di pesisir pantai, Mentari seakan terasa di ubun-ubun. Hawanya panas dan kering sekaligus menghauskan. Kerongkonganku terasa kering. Terlihat Seorang biduan setengah gendut didaulat untuk menyanyikan beberapa lagu dangdut di panggung. Biduan itu meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan para pengunjung kepanasan. Teriknya mentari membuatku tak betah menikmati lagu dangdut yang biasanya mendayu-dayu itu.

Di lokasi yang tak jauh dari panggung biduan itu, Terlihat beberapa orang mengerubungi ketupat yang menjuntai seperti jajan anak-anak sekolah yang digantung. Saya ikut-ikutan mengelilingi, mengitari dan mencabutnya. Semua pengunjung bebas mengambil ketupat-ketupat itu. Bisa dinikmati ditempat atau dibawa pulang.

Menyeberang

Menyeberang

Pesta lebaran ketupat layaknya salah satu bentuk ucap syukur kepada yang maha kuasa setelah berpuasa selama 6 hari di bulan syawal. Orang yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum, maka baginya ibarat berpuasa selama satu tahun, Sabda nabi.

20 thoughts on “Lebaran Ketupat “Pray For Gaza”

  1. Kakak ngak ikutan lomba ngejar bebek ??? hahaha. Kalo di gresik juga lebaran ketupat itu 7 hari setelah hari H lebaran tp kayak nya ngak ada tradisi deh, cuman hampir tiap rumah bikin opor ketupat aja

    • saya lomba mengejar cewek aja mas cumi…kalau di madura lain lagi mas cumi. biasanya ketupatnya dibikin rujak atau dibuat pak mie. lucunya ketupat di kampungku sering digantungin di leher hewan piaraan seperti sapi dan kambing…

  2. wah seru pasti ya kalo ada acara lomba ngejer2 bebek gitu ya..kalau seandainya aku ikutan habis berhasil nagkap bebeknya aku langsung bawa kabur pulang terus dibakar dan disantap wekekeke
    Kalo di kampung halamanku ngak ada adat kayak gini mas..kalo lebaran paling sanjo ke teman itupun dah jarang😦

  3. seru banget acaranya! penasaran ama lomba ngejar bebek, hihihi.
    Tengah malem gini liat foto ketupat kenapa jadi pengen makan ketupat ama gulai kambing ya *random* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s