Melanjutkan sekolah ataukah melanjutkan profesi orang tua

Melanjutkan sekolah ataukah melanjutkan profesi orang tua
Kebanyakan orang desa di kampoang ku berprofesi sebagai petani dan kebanyakan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus SD. kenapa ya mereka tidak melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi? karena mereka biasanya setelah lulus SD langsung terjun ke sawah untuk membantu orang tua mereka membajak sawah, nyari rumput di ladang boat ternak-ternak kami berupa sapi dan kambing. tugas kami orang desa biasanya nyari rumput trus ngasih rumput-rumput itu kepada hewan ternak kami masing-masing…

Mereka hanya lah kumpulan para petani yang masih berjuang untuk ngisi perut mereka sendiri, mereka berpikir tidak ada gunanya sekolah tinggi-tinggi toh para pegawai dah banyak apalagi sawah-sawah banyak yang harus diolah lagian biayanya juga tinggi…dan lain-lain. begituwpun juga dengan diriku mencari rumput untuk ngasih makan ternak ku, bahkan pada saat itu ku berpikir bahwa aku merasa lebih seneng jadi pencari rumput di sawah dengan berbagai macam rumput. kami biasa nyabit rumput 2 kali dalam sehari..aku menikmati pekerjaan sebagai petani..tidak perlu mikir dan bersusah payah untuk belajar

Sekolah kami lumayan bagus dibandingkan dengan rumah-rumah kami yang masih terbuat dari Kayu-kayu dan bambu-bambu yang disusun dengan rapi… tapi pada saat kami kelas 2, sekolah kami ada kelas yang roboh, sehingga kelas 2 terpaksa harus masuk agak siang menunggu kelas 1 selesai belajar dulu, aktivitas itu kami lakukan lumayan lama sampai kelas yang roboh selesai dibangun.. setelah 6 tahun mengenyam pendidikan di sekolah tercinta kami, guru kami mengumpulkan kami dalam satu kelas yang dengan suasana hening dan sepi…tiba-tiba guru IPA kami mengagetkan kami dengan mengucapkan Guru : apa-apa cita kalian???
Suasana hening dan sepi karena kami bingung mau jawab apa?(mungkin mereka tidak bingung dengan cita-cita mereka tapi bingung bagaimana mereka dapat mewujudkan cita-cita itu sendiri..). akhirnya ada seorang anak yang bertanya kepada guru itu
anak : Pak kalo pengin jadi guru kayak bapak gimana ya Sekolahnya?
Guru : Kalian Harus Lanjutin Sekolah kalo mau jadi guru…trus Melanjutkan Pertanyaan yang lain “siapakah diantara Kalian yang ingin melanjutkan Pendidikan ke Kota (SMP), coba acungkan tangannya”?
akhirnya diantara 30 anak yang ada dikelas itu ada 2 anak yang mengacungkan tanganya dengan ragu…
kenapa kah mereka berani-beraninya melanjutkan sekolah ke kota yang menurut pemikiran orang desa orang kota tuh pinter-pinter dan kaya!!!…apakah orang tua mereka yang mengacungkan tangan itu adalah seorang tuan tanah kah sampai-sampai mau ngelanjutin sekolah ke Kota??? atau seorang anak pegawai yang biasa pakek baju bagus kalo bekerja? ternyata dan ternyata yang mengacungkan tangan tidak berbeda dengan yang lain dalam hal profesi, yang membedakan antara hanyalah semangat dan kenekatan mereka untuk melanjutkan sekolah….

Advertisements

Saya memiliki dua tanggal lahir

Tanggal Lahir ku
TTL ku : Sampang, 28 Maret 1984 (maap TTL ku yang di Akte, Ijazah dan surat semuanya yang masih tertera dengan tanggal 05 Juni 1984 itu dinyatakan tidak berlaku boat q sendiri, tapi masih dinyatakan berlaku untuk yang masih berkaitan dengan Kepemerintahan, waduh-waduh kok bisa begituw ya untung tempatnya ngak salah ke Madinah atau las vegas….

mungkin kalian bisa aj bertanya kok tanggal lahirnya bisa berbeda antara yang sebenarnya dengan yang tertera di Akte Kelahiran dan lain-lain; maklum kebanyakan orang desa di Kampoangq menganggap tanggal kelahiran ngak begituw penting toh ntar orang udik ngak mungkin kerja di Pememerintahan ataupun perusahaan terkenal mungkin hanya di inget2 dalam kepala aj; tapi tidak dengan Bokapq (maaf sok kota nie yach), bokapq selalu mencatat tanggal kelahiran di sebuah kertas kemudian menyimpannya di tempat yang aman dan rahasia…

mungkin kalian masih bertanya kok masih salah tanggal lahirmu ya, Tanya kenapa???
pada saat Bokap mau mendaftarkan aku ke sekolah Beliau lupa naruh catatan ituw dimana?akhirnya Bokap ku berpikir keras untuk mengingat-ingat kertas ituw dan mencoba nyari-nyari lagi tapi kertas ituw tidak memunculkan batang hidungnya sama sekali…walau sudah mencoba untuk berpikir, Bokap tidak juga menemukan kertas ituw. akhirnya diiingat2lah tanggal lahir ku ituw ternyata q ngak tahu kenapa beliau naruh tanggal lahirku menjadi 05 Juni 1984, maka termaktublah tanggal lahir ku dengan tanggal yang telah termodifikasi..

pada saat Bokapq mau mendaftar aku ke sekolah SD ternyata umurq sekitar 6 tahunan jadi menurut peraturan sekolahq ituw anak2 yang berumur dibawah 7 tahun tidak boleh masuk SD.. karena kebijakan disana seperti ituw, akhirnya, guru2 disana menyarankan aq supaya masuk TK dulu..maka jadi lah aq menjadi anak TK disekolah ituw juga…mungkin ituw hanya Peraturan Sekolah atau emang kebijakan Pendidikan di Indonesia seperti ituw yach bahkan dunia…
mungkin ketika Ku sekolah didaerahq SD, SMP dan SMA umurq ngak terlalu qpermasalahkan tp ketika aku mulai masuk bangku kuliah umurq kok malah keliatan tua dibandingin ama temen-temen yang lain yach…???

yang masih kepikiran ampe saat ini dalam diriq adalah kenapa ya kok bisa begituw yach Pendidikan di Indonesia????, masalah umur aja ngak ada standart yang jelas disetiap sekolah,…apalagi standart pendidikan yang lain seperti Buku Pelajaran, Fasilitas, Pelayanan dan lain-lain
Status ketika bikin ne Blog masih posisi Bujang, lajang, belum laku atau apalah namanya heheh