Tanjung Ringgit Memang Ajibbbb

Tidur Santai sambil membaca buku Pemuda Sang Penakluk Romawi

Tidur Santai sambil membaca buku Pemuda Sang Penakluk Romawi

Bersantai Ria di Tanjung Ringgit

Ku duduk bersandar pada tas memandangi keindahan Tanjung Ringgit yang langitnya diselimuti awan putih.

ku tidur santai berbantalkan tas sambil membaca sebuah buku Sang Penakluk Romawi yang masih berusia 21 tahun.

ku berjalan menyusuri tebing-tebing curam Tanjung Ringgit

Tanjung Ringgit lebih dekat

Tanjung Ringgit lebih dekat

Rasa Penasaran saya terhadap Tanjung Ringgit akhirnya terobati saat ada ajakan ke Tanjung Ringgit di Group WhattApp Lombok Backpacker. Tanjung Ringgit yang berada di Desa Sekaroh, Kec. Jerowaru, Kab. Lombok Timur seakan menghipnotis saya. Lokasinya berdampingan dengan Pantai Tangsi “Pantai Pink”. hanya butuh 10 menit dari Pantai berwarna Pink itu. Butuh kurang lebih dua jam untuk tiba di Tanjung Ringgit ini.

Laut Tanjung Ringgit

Laut Tanjung Ringgit

10 Km terakhir, kita harus menempuh jalan-jalan yang bergelombang dengan waktu sekitar 30 menit. Jalan ini merupakan jalan penyiksaan menuju Surga Tanjung Ringgit dan Pantai Pink.

Musim Hujan pun tak menyurutkan langkah Tim Lombok Backpacker untuk menjelahi Lombok Timur bagian selatan itu. bahkan saat hendak mau berangkat pun langit Lombok dipenuhi oleh awan putih dan hujan gerimis. Langit seperti telah melakukan konspirasi dengan awan agar kita tak jadi berangkat ke Tanjung Ringgit. tapi, akhirnya awan itu melakukan konspirasi dengan kami sehingga air hujan cepet mereda.

pohon dan dedaunan di bibir tebing Tanjung Ringgit

pohon dan dedaunan di bibir tebing Tanjung Ringgit

Siang Itu, jam 11.23 Wita Tim Lombok Backpacker tiba di Tanjung Ringgit. Siang itu, desiran angin Laut pantai selatan hinggap di dedaunan. Tanjung Ringgit dengan Tebing-tebingnya menahan hantaman Ombak Laut Samudra Hindia. Ku meliat ke sekeliling Tanjung Ringgit. tak ada seorang pun. hanya tebing-tebing Tanjung Ringgit yang selalu setia menahan Ombak itu. Ku liat Langit Tanjung Ringgit yang diselimuti awan-awan putih seakan hendak menumpahkan hujan lebat. awan-awan itu yang menemani perjalanan kami.

Lengkungan Tebing Tanjung Ringgit

Lengkungan Tebing Tanjung Ringgit

Ku liat sekali lagi tebing-tebing Tanjung Ringgit yang mempesona. ku coba mendekat. ku coba mendekat lagi dengan berpegangan pada sebuah pohon yang tepat berada di pinggir tebing. “Dir, awas hati-hati,” kata salah seorang temen yang menegurku. ku terpaku melihat melihat tebing-tebing Tanjung Ringgit itu yang berada di pesisir selatan Lombok ini. aku pun berjalan menyisiri tebing-tebing itu,  menikmati keindahan-keindahan Tanjung Ringgit dan tebing-tebing curamnya.

Persahabatan Tim Lombok Backpacker di Tanjung Ringgit

Persahabatan Tim Lombok Backpacker di Tanjung Ringgit

Ku liat lagi langit yang diselimuti awan-awan itu. berharap awan itu menyingkir membiarkan sinar mentari menyinari keindahan Laut di Tanjung Ringgit. awan itu seakan tak mau beranjak meninggalkan Tanjung Ringgit. Suasana Tanjung Ringgit siang hari laksana pagi hari. begitu adem dan tenang. ku coba untuk menidurkan badan dengan berbantalkan tas backpack yang ku bawa. ku tidur santai sambil membaca buku “ Muhammad Al Fatih 1453” yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 Tahun. “Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” begitu salah satu isi buku itu.

duduk santai di Tanjung  Ringgit

duduk santai di Tanjung Ringgit

ku baca sambil merasakan desiran angin Tanjung Ringgit, mendengar ombak-ombak yang menghantam Tebing yang curam. ku baca sambil melihat Indahnya Tanjung Ringgit yang penuh pesona. Subhanallah. ku hanya ingin mengucap syukur menikmati keindahan alam yang tersaji.

mbak rahma berpose

mbak rahma berpose

ku mencoba duduk memandangi warna laut dengan biru dan biru toschanya. Duh sepertinya asik snorkeling ria di bawah sana, batinku.  Nyaliku langsung nyiut seketika melihat keganasan ombak-ombak itu. biarlah, saya melihat keindahan-keindahan taman laut Tanjung Ringgit lewat tebing-tebingnya saja, pikirku.

Lompatan sapa yang tertinggi

Lompatan sapa yang tertinggi

ku berjalan lagi ke sekeliling Tanjung Ringgit. Meriam  Jepang yang berada tak jauh dari Tanjung Ringgit itu. Lokasi Tanjung Ringgit yang strategis membuat Jepang tertarik untuk menjadikan Tanjung Ringgit  sebagai wilayah pertahanan. menurut informasi yang saya dapatkan dari penduduk sekitar Tanjung Ringgit. Tanjung Ringgit juga memiliki Goa Raksasa dan Sumur Air Tawar. Goa Raksasa itu bermuara Sumur Air Tawar yang berada di bawah tebing.

Adanya Goa, sumber air tawar, dan tebing-tebing yang curam menjadikan Tanjung Ringgit sangat cocok sebagai pertahanan perang.

Tamu Tim Lombok Backpacker saat di Tanjung Ringgit

Tamu Tim Lombok Backpacker saat di Tanjung Ringgit

saya sendiri  masih penasaran dengan Goa dan sumur  air tawar yang berada di pinggir pantai itu. ingin membuktikan bahwa airnya benar-benar tawar . Saya ingin kembali ke Tanjung Ringgit, ingin nge-camp disini menyaksikan sunrise yang keluar dari ujung Tanjung Ringgit dengan latar Gunung Rinjani dan Pulau Sumbawa.

Kerbau-kerbau Tanjung Ringgit

Kerbau-kerbau Tanjung Ringgit

Dalam derap langkahku meninggalkan Tanjung Ringgit, ku melihat kerbau-kerbau yang dibiarkan bebas oleh pemiliknya. Tanjung Ringgit memang ajibbb. I wonna come back.

Tebing Tanjung Ringgit sebelah kiri

Tebing Tanjung Ringgit sebelah kiri

tebing Tanjung Ringgit

tebing Tanjung Ringgit

Follow twitter kami @caderabdulpaker

Advertisements

Tanjung Aan, Pemisah dua Pantai Tanjung Aan (Tour de Lombok Tengah 3)

Pantai Tanjung Aan dengan Tepung Pasinya

Pantai Tanjung Aan dengan Tepung Pasinya

Ini lah perjalanan saya yang terakhir di Lombok Tengah bersama dengan kawan-kawan saya. Yups kami akan meluncur menuju pantai Tanjung Aan. Setelah kami bertanya dengan orang-orang di Kuta. Kami pun segera meluncur dengan mobil sewaan harian.

Tidak terlalu mahal. Dari kuta kami melewati mandalika resort. Kami pun terus melanjutkan perjalanan. Eh ternyata ada bunderan yang memiliki banyak jalur. Kami pun bingung jalur yang mana kami yang akan mengantarkan kami ke Tanjung Aan. untuk meyakinkan bahwa arah kami benar, kami bertanya-tanya ke orang kampung yang ada di sekitar bunderan.

Pantai Sisi Kiri Tanjung Aan

Pantai Sisi Kiri Tanjung Aan

Kami pun melanjutkan perjalanan lagi, tidak lama ada petunjuk menuju pantai Seger. Kami pun masuk menuju pantai Seger. eh saat hendak masuk ke pantai seger, ternyata kami harus membayar ke kawasan pantai seger. kami pun tidak jadi masuk ke pantai Seger dan kami berbalik arah lagi untuk melanjutkan ke pantai tanjung Aan.

Eh setelah berkali-kali kami selalu salah masuk. akhirnya kami pun sampai di pantai Tanjung Aan. di pinggir jalan tertulis arah ke pantai “Tanjung Aan”. kami pun masuk. pantainya begitu nampak sepi di kawasan ini. lebih sepi dari kawasan pantai mawun.

Saya mengira mungkin karena sudah sore, maka orang-orang sudah pulang dari pantai. Pantai di sini begitu putih tapi kurang terawat. Masuk kawasan ini pun tidak perlu bayar. Kami hanya membayar uang jasa parkir. saya hanya melihat dua orang turis yang sedang melakukan sandbathing.

sepasang Turis sedang Sandbathing di pantai Tanjung Aan

sepasang Turis sedang Sandbathing di pantai Tanjung Aan

Pantai di tanjung Aan dipisah menjadi dua bagian hampir sama rata oleh daratan yang menjorok ke laut. daratan itu namanya Tanjung Aan. kalau kita menghadap ke timur, kita akan langsung menghadap ke Samudra Hindia. Jika kita menghadap ke arah barat, maka kita melihat dua pantai dengan sisi yang berbeda.

Yang sisi kiri warna pasirnya putih dan halus, orang sering menyebutnya dengan pasir tepung sedangkan yang sisi kanan warna pasirnya lebih ke kuning-kuningan dan lebih kasar, bentuk seperti merica, sehingga orang menyebutnya dengan pasir merica.

Pantai Sisi Kanan Tanjung Aan

Pantai Sisi Kanan Tanjung Aan

Yaaa begitu lah sekilas tentang pantai Tanjung Aan. dan ternyata perjalanan di Tanjung Aan bukan perjalanan terakhir, melainkan kami akan melanjutkan perjalanan lagi ke Batu Payung.. simak tulisan saya yang selanjutnya.

Nah saya coba kasih tips lain jika anda berkunjung ke kawasan Tanjung Aan dan sekitarnya.

  1. Hati-hati dengan penjual di sini, bukan kenapa-kenapa, tapi mereka biasanya suka memaksa.
  2. Jika ada penjual mendekati anda, maka penjual lainnya akan ikut mengerubungi anda untuk menawarkan barang yang sama atau mirip dengan penjual yang pertama. Bahkan pernah tamu yang saya antar ke sini, dikerubungi oleh enam penjual. Ngak kebayangkan.hehe
  3. Kalau anda memang suka berbagi dengan sesama. Silahkan anda beli ke semua penjual itu. Jadi ngak hanya memborong di satu penjual. Semoga perjalanan anda menyenangkan.

(Cad/bersambung)